Friday, October 4, 2013

ASEAN goes to Japan: An Endless Discovery (2)

Awalnya saya kira stasiun subway dan kereta bakalan tutup gak lama dari saat itu (I arrived at Tokyo Tower at 10 p.m., took quite lots of (blurred) photos sekitar 45 menit lalu beranjak pulang. Jadi ya maklum kalau saya menganggap stasiun udah mau tutup). Dengan agak terburu-buru dan deg-degan, saya berjalan ke stasiun subway. Ternyata belum tutup dan thank God, saya tiba di hotel dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Sempat kekurangan (baca: pintu kamar udah dikunci sama roommate saya XD) tapi untungnya, teman-teman Malaysia dan utusan Kendari bersedia membuka pintu kamar mereka. Saya numpang di kamar tetangga, tapi semua yang saya alami menjadikan malam itu salah satu malam yang bersejarah dalam hidup saya.

One day after, we--the members of Kumamoto L group--began another fantastic journey outside Tokyo. Yes, we're going to Kumamoto!

We flew to Kumamoto with Japan Airlines (JAL) from Haneda Airport. Itu smaller than Narita Airport tapi kerennya mah sama ya. Hahaha. Super nice. Ok, agak lebay mungkin. Tapi pendapat tersebut saya rasa fine-fine aja untuk ukuran orang yang pengalamannya baru ke beberapa airport (meskipun di antaranya termasuk Changi ;)). By the way, thanks to Chanh, my Vietnamese friend, for taking this photo for us.

After 1.5 hours of sleeping in the airplane, I finally arrived in Kumamoto--the city of Kumamon. Kumamoto mirip Indonesia tetapi lebih rapi, bersih, dan tertata. Dan penuh dengan kejutan. ^^ Orang-orangnya tidak kalah ramah dari penduduk Tokyo. Mulai dari staf di kantor walikotanya sampai karyawan-karyawan di kantor NTT West meskipun saya sempet gak sengaja ambil gambar di lantai 2 kantornya--which is strictly prohibited. HAHA, my bad. ごめんなさい。

Saya dan semua teman-teman di grup Kumamoto L terheran-heran dan senyum-senyum sendiri ketika teman-teman mahasiswa, staf dan dosen PUK (Prefectural University of Kumamoto) menyambut kami dengan tepuk tangan. Penyambutan hangat seperti itu juga kami terima pada welcome party dan malam kebudayaan di Takahashi Inari Shrine dari siswa-siswa SMP di Kumamoto.
Buat saya, Kumamoto patut dijadikan kota percontohan banyak kota di Indonesia. Industri agrikultural yang sangat berkembang tidak membuat kemajuan advanced technology terhambat. Keberadaan NTT West dengan proyek Smart Hikari Town Kumamoto membuktikan Jepang berhasil melestarikan keindahan budayanya (spot pariwisata, kepedulian yang sangat tinggi pada orang-orang lanjut usia dan orang-orang cacat) sembari mempertahankan predikat hi-tech country. Saya pribadi sih tercengang banget waktu dengar presentasi di hari pertama dan hari (kedua) terakhir saya di Kumamoto tentang proyek tata letak (dan, bagi saya, karakteristik) kota. Pada first lecture, presentasi proyek ini dibawakan oleh staf pemerintahan kota. Pada last lecture, kita memperdalam teknis proyek ini di kantor perusahaan swasta yang bernama NTT West. Saya belum paham gimana sistem pembentukan badan usaha di Jepang, tapi melihat kerjasama yang begitu baik antara pemerintah kota Kumamoto dan NTT West saya berpikir kalau keadaan yang demikian baik jika bisa dilaksanakan juga di kota Manado.

Di hari terakhir koordinator kelompok saya berkata bahwa masih banyak tempat di Jepang yang lebih bagus daripada Kumamoto. Tetapi pengalaman berada di Kumamoto selama 4 hari seakan membuat saya lebih ingin kembali ke Kumamoto dari pada ke tempat lain on my next Japan trip—belum tahu kapan lagi. We loved Kumamoto so much! We really had sooooooo much valuable and incredibly fun time there. We proudly called our group "The Kumamons". Hahaha we're gonna make a rock band after this. ^^

No, I'm just kidding. Yes, about the band thing.

We had a kind of plenary meeting with other participants of Jenesys2.0 from 5 other groups. We had to present the result of our group discussion, mainly about what we knew about Japan before we came, what we had learned after those 7 days, and what we're gonna do next when we got back to our home countries. Presenternya bisa seluruh anggota grup bisa juga some of it. Nah, since our group decided not to send all of the members to be the presenters, so it will be just some of us, it was such an honor that I became one of them. :) Thanks guys for giving me the chance to do something for my country. Indonesia, ini langkah awal untuk sesuatu yang lebih besar yang saya akan lakukan sebagai anak bangsa.

Ya, saya percaya ini hanyalah permulaan. Kunci bagi bangsa-bangsa sudah dalam genggaman. I will not let this divine dream die or even be aborted. The time will come. Meminjam istilah senior saya waktu saya kalah lomba street dance 2 tahun lalu, "when it comes, it's gonna be big."

I will have an Endless Discovery right in Japan.

I will be back.
*shades on*

Monday, August 19, 2013

The Feeling

Aku gak suka rasa ini.
Rasa yang menggelitik. Rasa yang menekan. Rasa yang memaksa. Rasa yang berteriak.
Rasa yang seharusnya tidak ada tapi selalu ada.
Kenapa kamu tiba-tiba datang? Aku tidak menyuruhmu datang. Aku bahkan tidak pernah berharap kamu datang untukku. Aku bahkan tidak mau.
Kenapa kamu tidak pernah pergi? Aku ingin kamu menjauh. Aku ingin kamu menghilang dariku.
Kenapa kamu juga tidak mau? Aku sudah kehabisan akal. Aku tidak tahu...
Kenapa kamu? Aku ingin dia.
Rasa itu terlalu kejam. Terlalu tak berperasaan.
Aku mau dia, tapi rasa itu muncul ketika kamu ada.
Bisakah aku tak mau dia dan mau kamu seperti rasa itu?
Bilamana?
Hentikan tatapanmu yang membuatku bisa melihat aku pada bola matamu.
Bilamana?
Sudahkah saatnya untuk tidak lagi menunggu dan bergerak maju?
Jika demikian, doakan aku untuk mau kamu.
Aku(,) Rasa Itu(,) Kamu(.)

Surabaya, 19 Agustus 2013

Wednesday, August 7, 2013

Faithful God


Kenapa Gue Share Tulisan di Diary Gue (2 Januari 2013) ?

"Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah." ~ Mazmur 12:6

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." ~ Yeremia 29:11

^_^

(Kelihatan? :p) Tuhan Yesus Dahsyat!

Thursday, August 1, 2013

02.Jan.2013

Ah! Gue nyengir sendiri kalau nulis “13” di bagian akhir tanggal. Udah 2013 aja loh. Happy New Year! Bener-bener ‘kecepetan’ tuh 2012 lewatnya. Gak berasa banget. Dari gue bergumul di angkot karena baca SMS soal uang kost bulan Januari, terus tiba-tiba gue udah di Jakarta, pelayanan di WPA jadi hospitality team atas nama UPH. Eh, tiba-tiba lagi, gue udah berpindah ke Padang ketemu bule-bule dari Jerman dan Prancis yang ngasih training tentang DNA Barcoding. (Berasa) sesaat setelah ‘mloncoin mahasiswa baru FMIPA, sayap gue dikepakin lagi sama Tuhan lalu dibawa terbang ke Jakarta (again) buat... naik menara doa pusat di SICC plus dopeng plus ketemu Kak George (WL senior G.R.O.W.). Gak sekedar ketemu, Kak George dan konconya (Kak Iwan) doa impartasi gue which was an answer for my prayer. Gokil. Gak sampai 48 jam setelah gue injak kaki lagi di Manado, Tuhan promoted gue jadi juara II Olimpiade Sains Pertamina tingkat provinsi. Kejadian itu bener-bener mujizat. Satu paket deh sama kasih karunia, favor, and miracle. AWESOME GOD.
Nah, sementara God’s spreading my wings, my eyes also witnessed harvests that happened in Manado. Mungkin sayap gue belum sampai membawa gue ke Rusia, tapi to see 14.200 high school students being restored by Holy Spirit for this city... itu lebih berharga. Dan mungkin gak banyak orang juga yang tahu (dan mungkin menyadari), GMB_FM merupakan salah satu jawaban doa pribadi gue. Tuhan bukan cuma bikin ibadah youth di gereja, tapi kalau Tuhan izinin gue jadi WL di ibadah youth kota really proved that God answers prayer exceeding abundantly beyond what we have asked. Tentunya Dia buat seperti itu bukan hanya untuk gue. Itu untuk kota ini. Kota yang harus ada di hati gue. Setidaknya sampai waktu yang ditentukan Tuhan untuk gue melayani di sini. Tapi kalau kata Kak Nata: sampai Manado mengalami revival, ya, Ping. Hehe, kita lihat bagaimana kata Tuhan J
Melayani sebagai pengajar juga gak mungkin gue lupain. Mungkin dampaknya gak terlihat secara langsung, tapi menjadi salah satu piece of puzzle hidup murid-murid gue sudah merupakan kehormatan buat gue. Gue aja ngira gak bakal dibayar (baca: kalau dibayar gak apa-apa, gak juga gak apa-apa. Hehe). Eh, tapi gaji gue lebih dari yang gue pikirkan, loh. Thanks, Lord Jesus.
Dan ternyata, waktu yang berlari ini bukan gue doang yang rasa. Bahkan Pak John menyimpulkan: waktu yang berjalan sungguh cepat menunjukan kita semakin dekat dengan kekekalan. HAHA! Well, sebagai believer yang menanti, kita seharusnya excited Tuhan sudah mau datang :D
2013 masih penuh misteri. Kita gak tahu kedepannya gimana. Tapi satu hal yang harus kita tahu, God holds our future. Let His will be done, not ours, karena Dia yang tahu banget jalan-jalan yang terbaik buat kita. Just surrender—because you believe.
2013 has VI and VII semester, but it is me (and God) who’s gonna seize them. Bertahun-tahun target IP 4,00 belum kesampean. Tapi 2013 menyimpan harapan dan kesempatan untuk kita berusaha. Bagaimana pun kita, keadaan kita, hari yang baru yang kita lalui selalu menawarkan harapan dan kesempatan untuk meraih mimpi-mimpi kita, untuk menaklukan kemustahilan bersama Tuhan. Seperti kata iklan BCA kemarin: “Impian selalu menemui tantangan sebelum itu menjadi kenyataan”, maka bermimpilah melewati ketidakmungkinan. Bersama Tuhan, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan.
Mari berjuang, penakluk-penakluk mimpi. Entah siapa pernah bicara, yang pasti seseorang pernah berkata: “If mind can conceive, men can achieve.” Yes, everything is already there—in your head; all you have to do is just to see beyond what you can see. Demikian nasihat ibunda Dr. Carter kepada anaknya. Pencapaian mimpi perlu koordinasi otak dan anggota tubuh lainnya. Otak merancang, membayangkan, memikirkan, menerbangkan khayal ke alam bebas kemustahilan. Tapi untuk mencapainya, tangan dan kaki perlu hati yang percaya segala sesuatu mungkin. Gue baru menyadari bahwa bukan otak kita bukan satu-satunya penghambat keajaiban. Hati kitalah yang enggan berusaha lebih keras untuk ‘sekedar’ percaya. Padahal harapan itu dekat. Mujizat dan keajaiban itu bahkan lebih dekat dari baju yang kita pakai. Kita saja yang enggan.
2013, tahun yang harus dihadapi dengan kepercayaan yang teguh kepada Sang Penguasa Tunggal.
I want to fly higher and wider. I believe if God allows me, I will. I can.


“Action will always follow what you believe.” – Facing The Giants –

Saturday, July 13, 2013

ASEAN goes to Japan: An Endless Discovery (1)

Tanggal 23-30 Juni 2013 saya berada di Jepang untuk pertama kalinya. Japan Ministry of Foreign Affairs melalui Jenesys2.0 mengundang saya dan 357 mahasiswa ASEAN lainnya berkunjung ke Jepang untuk memiliki pengalaman tak terlupakan di Negeri Sakura. Waktu itu saya adalah mahasiswa Biologi tahun III Universitas Sam Ratulangi Manado dan merupakan satu dari 36 mahasiswa Indonesia yang terpilih menjadi duta bangsa. Sungguh suatu kehormatan.
Beberapa dosen di kampus berpendapat saya mirip orang Jepang. Pramugari-pramugari Japan Airlines pun berbahasa Jepang ketika menawari saya minuman. Tapi bagi saya Negara Matahari Terbit masih misterius. Berbekal beberapa simple phrases bahasa Jepang yang dituliskan dalam handbook Jenesys2.0 batch 3, perlengkapan yang dibutuhkan sebagai duta bangsa, 2 lembar Japan Yen, dan tentunya passport, saya ke Jepang.
Excitement yang meluap-luap di tempat yang sama sekali baru bersama orang-orang asing membuat saya agak mati gaya pada awalnya. Saya panik ketika mengira koper saya hilang saat turun dari bis di Hotel Nikko Narita. Tambah panik ketika melihat pengemudi bis dan bapak-bapak panitia lebih kelimpungan mencari-cari koper tersebut yang ternyata berada tidak lebih dari 3 meter dari saya. Mulai saat itu saya tau orang-orang di sekeliling saya bukanlah orang asing. Tapi, tidak serta merta kematian gaya saya hilang begitu saja. Banyak yang bergejolak di hati dan ga tau mau dishare ke siapa. BB tidak bisa dipakai, mau telepon juga udah kayak beli pulsa hand phone untuk 2 bulan. Well, TV di kamar hotel cukup membuat suasana lebih baik meskipun ga ngerti apa yang diomongin.
Masuk hari kedua, akhirnya peserta mendapat lecture tentang tujuan-tujuan utama penyelenggaraan Jenesys2.0, yaitu untuk menyambut AEC (ASEAN Economic Community) 2015 dan memperkuat hubungan 'bilateral' antara Jepang dan ASEAN (Jepang bahkan punya ambassador sendiri untuk ASEAN!). Kami mulai mengerti untuk apa kami dibawa jauh-jauh untuk study tour ke Jepang, dibiayai mahal-mahal oleh pemerintah Jepang untuk experienced negara mereka. Kalau mau direnungin baik-baik, bangga loh jadi youth ambassador yang dipercaya menjadi penentu arah masa depan bangsa. Apapun dasar pertimbangan pemerintah Jepang (termasuk untuk menghabiskan anggaran seperti yang dilontarkan sobat saya :p), menurut saya, cara seperti ini efektif banget untuk menarik minat generasi muda terhadap negara Jepang. Well, buat saya, kalau memang kita (youth ambassadors from Indonesia) mau mengembangkan kecerdasan kita lebih lagi dan punya visi untuk negeri tercinta, program study tour ini bukan hanya bermanfaat di masa kini--having fun di Jepang, punya foto-foto dari sana, dapat keluarga baru dari berbagai negara, dll--tapi juga bisa memberi dampak positif bagi Indonesia di masa mendatang--when our time has come. :) Ngomong-ngomong, saya post tentang AEC 2015, ASEAN & Jepang, dan 'yang-berat-berat-itu' di posting lain, ya. Kita have fun dulu. Hehehe.
Salah satu program di hari II adalah Tokyo Exploration. Siang harinya kami berkesempatan untuk berbelanja di Aqua City, Odaiba. Pemandangan Tokyo Bay yang indah bisa kami nikmati dari sana. Selama perjalanan pun saya melihat pemandangan yang sungguh tidak biasa dilihat di rumah. Begitu banyak pohon di tengah-tengah gedung-gedung perkantoran maupun apartment dan selalu ada kehijauan di tepi sungai yang bersih. Walau hanya terlihat dari dalam bis yang sedang melaju di jalan tol, keadaan kota yang demikian sungguh menyejukan.

Waktu yang terlalu sempit untuk menikmati Tokyo tentunya tidak saya sia-siakan. Malam harinya merupakan free time bagi para peserta. Banyak teman yang mengunjungi Shibuya dan Shinjuku, saya sendiri memutuskan untuk ke Tokyo Tower. Waktu masih di Indonesia, saya tadinya memang ingin ke pusat kota yang katanya seperti Times Square di New York dan kita bisa melihat cosplay yang begitu atraktif, ditambah saya agak takut untuk pergi sendiri karena saya tidak bisa berbahasa Jepang, namun keinginan yang kuat untuk melihat langsung dan memotret Tokyo Tower membuat saya tetap memberanikan diri. Dengan pemikiran ‘nanti ‘kan bisa tanya-tanya sama satpam atau polisi saya berangkat sendiri ke Tokyo Tower. Saya mulai deg-degan ketika saya tidak menemukan polisi ataupun satpam di stasiun kereta terdekat (Kokusai-tenjijo). Namun, keramahan penjaga information desk (meskipun saya hampir menerobos palang karena tidak tau dimana tempat membeli tiket), orang-orang Jepang—tua maupun muda—yang saya tanyai di stasiun, informasi yang tersedia dimana-mana (termasuk jam kedatangan kereta yang tergantung pada langit-langit stasiun), kenyamanan stasiun maupun kereta dan subway membuat saya merasa sangat aman. Saya merekomendasikan untuk mengeksplor Tokyo by your own karena Anda akan belajar lebih banyak dari yang Anda harapkan. Saya belajar banyak hal dari perjalanan malam itu, salah satunya adalah kebiasaan berdiri di sebelah kiri ketika naik eskalator agar bagian kanan dapat digunakan oleh orang yang sedang terburu-buru. Dari eksplorasi Tokyo malam itu, saya menyimpulkan Tokyo benar-benar kota yang sangat bersih, nyaman, teratur, dan ramah—berbeda dengan pandangan saya sebelumnya bahwa orang Jepang sangat individualis dan eksklusif. Saya sangat berterimakasih kepada orang-orang Jepang yang walau tidak berbahasa Inggris tetap mau berusaha menjawab ketika saya bertanya. Kali ini giliran saya yang merasa bahwa saya bukan orang asing.

...Saya belum selesai. Tunggu lanjutannya ya.


Tuesday, June 18, 2013

Aku Memiliki Mimpi: Apa, Siapa, Bagaimana?

Impian, kita yang tentukan, bukan kata orang.
Impian, kita yang raih, orang lain bisa tak peduli.
Impian, tentang kita dan Pencipta
.

Wednesday, June 12, 2013

Know it first: GMO

Kamu pasti pernah dengar kata bioteknologi atau kalau di Atma disebutnya 'teknobiologi'. Hehe. Apa kesan pertama kamu waktu dengar kata itu? Apa yang langsung terbesit di otakmu? Kloning? atau Tempe? Yap, keduanya adalah produk bioteknologi. Tapi sekarang gue lagi gak mau bahas neither kloning nor tempe.

So, ladies and gentlemen, please welcome the ultimate, one and only.... GMO!

Tulisan selanjutnya adalah hasil tugas mata kuliah Rekayasa Genetika gue berupa tulisan argumentatif tentang pendapat gue soal GMO. Gak tahu deh dapet nilai berapa. Tapi ya semoga bisa menambah pengetahuan kita-kita, supaya kita sebagai orang muda bisa speak up dan gak mati gaya ketika harus menanggapi pengembangan inovasi ini yang semakin cepat berlangsung. Komentar, kritik, hujatan, saran, dan pujian dipersilakan :-)


---------------------GMO----------------------

Planet Bumi yang menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup, menurut US Census Bureau tahun 2012, saat ini berpenduduk lebih dari 7 milyar jiwa. Keadaan tersebut membawa dampak universal yang berkembang menjadi permasalahan global. Sains dan teknologi berkembang secara signifikan untuk mengimbangi perkembangan di era modern ini—perubahan gaya hidup, peradaban, pola pikir, dan peningkatan pengetahuan yang memengaruhi perubahan pada kebutuhan makhluk hidup, khususnya manusia. Pangan adalah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia. Efek domino yang dihasilkan dari pertumbuhan penduduk secara global menyinggung pula pada kebutuhan makan—semakin bertambahnya penduduk mengakibatkan peningkatan pada  konsumsi bahan pangan.

Bioteknologi, yang merupakan salah satu penerapan dari ilmu tentang makhluk hidup (Biologi), secara interdisiplin ilmu memegang peranan penting dalam dunia sains dan teknologi pada masa kini. Proses dan produk yang berkaitan langsung dengan agen hayati dan keberlangsungan kehidupannya menjadikan Bioteknologi mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan. Salah satu hasil produksinya adalah organisme transgenik atau GMO (Genetically Modified Organisms) yang dewasa ini didefinisikan sebagai organisme yang telah mengalami modifikasi atau perubahan pada susunan materi genetiknya dengan bantuan bioteknologi modern karena perubahan tersebut tidak dapat terjadi secara alami. Akan tetapi, pada dasarnya proses pemodifikasian susunan gen suatu organisme merupakan proses alamiah yang terjadi pada setiap individu makhluk hidup. Proses rekombinasi materi genetik—‘pencampuran’ materi genetik induk jantan dan betina—ini terdapat pada proses pembelahan sel yang dialami semua jenis makhluk hidup. Pemaknaan GMO yang telah mengalami pergeseran berdampak pada anggapan sebagian masyarakat berbagai kalangan bahwa organisme transgenik adalah produk bioteknologi yang berbahaya. Padahal, di balik mispresepsi masyarakat, GMO potensial memberikan dampak yang baik bagi manusia—salah satunya menjadi solusi dari problem global yang sedang melanda yaitu krisis pangan—namun tidak merugikan alam dan lingkungan hidup.

Salah satu contoh GMO yang telah dipakai dalam bidang industri adalah bakteri Eschericia coli yang termasuk dalam GMMO (Genetically Modified Microorganisms) sebagai penghasil biodiesel (salah satu jenis energi terbarukan yakni bahan bakar berbasis organisme hayati). Para ahli menginjeksikan suatu gen yang dapat membuat E. coli mengeluarkan enzim pemecah polisakarida (substrat yang dipakai untuk proses sintesis biodiesel) seperti selulase dan karena itulah E. coli dapat memproduksi biodiesel langsung dari tubuhnya. Contoh GMO lainnya yang dewasa ini menjadi fokus pengembangan para ilmuwan agro-bioteknologi adalah kacang kedelai dan tanaman jagung yang toleran terhadap herbisida dan hama. Kemampuan suatu tanaman, terutama tanaman hasil pertanian, tahan terhadap herbisida juga berarti berkurangnya penyemprotan herbisida, berkurangnya lalu lintas di areal pertanian, dan biaya operasi yang lebih sedikit.

Penerapan teknologi berbasis agen hayati pada organisme hidup—tanaman-tanaman pertanian maupun hewan—tidak serta merta mendapat dukungan semua kalangan. Beberapa pihak yang menyebut dirinya sebagai pecinta lingkungan meragukan keamanan GMO secara ekologis. Isu-isu tentang potensi resiko yang didapat melalui GMO diangkat dan berimplikasi negatif terhadap cara pandang masyarakat awan mengenai organisme transgenik. Penolakan masyarakat terhadap penggunaan organisme transgenik berdasar pada isu-isu utama yakni potensi alergi pada konsumen GMO, transfer gen dari GMO ke dalam tubuh konsumen, outcrossing atau perpindahan gen tanaman transgenik ke tanaman konvensional / non-transgenik, berkurangnya biodiversitas, efek ‘perusakan’ serangga-serangga atau hewan tanah bermanfaat, dan kemungkinan munculnya patogen tanaman yang baru.

Pengembangan teknologi dan produksi organisme transgenik yang terus dilakukan satu per satu menjawab perdebatan tentang pengaruh GMO terhadap lingkungan dan manusia. Dalam kurun waktu dua dekade sejak kemunculan GMO untuk pertama kali ke publik sampai sekarang, potensi GMO menimbulkan reaksi alergi pada konsumen yang seringkali ditakutkan tidak ditemukan. Demikian halnya dengan kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya transfer gen dari GMO ke sel-sel tubuh konsumen ataupun ke mikroorganisme atau flora normal tubuh manusia. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan selanjutnya jika gen yang berpindah ke sel tubuh menyebabkan gangguan kesehatan. Transfer gen ke mikroorganisme saluran gastrointestinal memiliki kemungkinan relevansi pada gen-gen resistensi antibiotik, akan tetapi meskipun probabilitas berlangsungnya transfer gen kecil, para ilmuwan dari FAO/WHO telah mengembangkan teknik modifikasi gen tanpa menggunakan gen resistensi antibiotik sebagai marker. Permasalahan outcrossing yang sempat terjadi antartanaman jagung konvensional di Amerika Serikat diantisipasi oleh beberapa negara dengan cara mengurangi pencampuran jenis tanaman pada lahan pertanian, yakni dengan memisahkan lahan untuk jenis tanaman yang berbeda. Tinjauan terhadap efek ‘perusakan’ serangga dan atau hewan-hewan yang berperan penting secara ekologi telah ditindaklanjuti dengan pelaksanaan berbagai penelitian, salah satunya adalah yang dilakukan oleh peneliti dari Aachen University. Penelitian tentang efek jagung Bt (resisten hama) yang mengandung tiga protein Bt pada cacing tanah menelurkan kesimpulan bahwa jagung Bt bukanlah sebuah ancaman bagi keberlangsungan kehidupan cacing tanah di alam.

Sampai tahun 2006, menurut U.S. Department of Energy Genome Programs, 97% hasil pertanian transgenik secara global ‘disumbang’ oleh Amerika Serikat (53%), Argentina (17%), Brazil (11%), Kanada (6%), India (4%), Cina (3%), Paraguay (2%), dan Afrika Selatan (1%). Bahkan menurut pemberitaan Republika, pada tahun 2010 pangan Argentina sudah 100% menggunakan teknologi GMO. Republika juga melansir pernyataan direktur dan pendiri International Service For The Acquisition of Agri-Biotech Applications (ISAAA) bahwa sampai tahun 2010, lahan penanaman organisme transgenik mencapai 1 miliar hektar yang berarti juga bahwa organisme transgenik (GMO) semakin diterima oleh masyarakat luas.

Bahan pangan transgenik yang beredar di pasar internasional saat ini telah melalui peninjauan dan pengujian kembali terhadap resiko yang mungkin ditimbulkan dan bukti validitas pengujian tersebut dapat terlihat pada masyarakat dimana tidak ditemukannya efek negatif terhadap kesehatan manusia. Peningkatan permintaan yang berlangsung secara kontinu juga memperlihatkan aman atau tidaknya penggunaan bahan pangan transgenik atau GMO oleh manusia maupun terhadap ekosistem.

Genetically Modified Organisms baik dalam bentuk GMMO maupun dalam kegunaannya sebagai sumber alternatif bahan pangan semakin menuai respon baik dari masyarakat walaupun masih terdapat kelompok oposisi yang tidak mendukung teknologi ini didasari oleh beragam argumentasi. Pada prinsipnya, tidak ada teknologi yang tidak mengandung resiko. Inovasi yang segera direspon dengan baik oleh masyarakat sekalipun jika digunakan secara tidak bertanggung jawab akan berdampak buruk bahkan dampak yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Apabila kesejahteraan dan kebaikan bersama—seluruh komponen alam—merupakan landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sejatinya resiko ataupun perdebatan-perdebatan yang timbul dapat teratasi.

Wednesday, May 29, 2013

#iBelieve

Jika kamu berani bermimpi, berani jugalah untuk menggapainya. Seorang pemimpi sejati tidak akan pernah puas dengan impiannya. Dia bukan hanya jago bermimpi, tetapi seorang pemimpi sejati pandai pula menetapkan hati untuk melangkah dan meraih. Pemimpi sejati sebenarnya seorang realistis yang percaya bahwa realita sebenarnya dilahirkan dari hal-hal yang tidak realistis. Dan realita yang demikian hanya bisa terjadi jika percaya dan usaha dipadukan.

Percaya memberikan rangsangan bagi kaki untuk melangkah. Dan sepasang kaki yang tidak disfungsi akan merespon rangsangan tersebut, lalu melangkah.
Percaya menghubungkan satu organisme yang bermimpi kepada Sang Pemberi Mimpi. Hati dan otak bekerjasama untuk merangsang seluruh organ untuk bertindak. Organ-organ yang tidak disfungsi akan bergerak sesuai arahan hati yang percaya dan otak yang berhikmat.
Percaya memampukan pemimpi sejati berusaha.


Orang yang percaya tidak jenuh dan patah semangat untuk berusaha.
Orang berusaha karena ia percaya.
Berkuasa.

...dan Amerika tidaklah mustahil.

Sunday, March 4, 2012

2012

Okay. Post pertama saya di tahun ini curcol banget. Sekarang giliran yang serius nih. Hehe.

Jadi, kita udah di 2012 kan yah. Udah masuk Maret pula. Wow, time runs so rapidly, yah? :) Tapi mumpung masih dianggap awal-awal, saya mo tanya nih. Apa sih yang ada di benak kalian pas denger '2012'? :D hehehhe Kiamat? Atau 2012 is just another year to pass on? Apapun itu, saya cuma mau bilang, 2012 itu adalah tahun yang lebih baik dari tahun-tahun yang sudah berlalu. Tahukah kalian, kasih Tuhan itu selalu baru setiap hari buat kita. Bukan yang bekasan. Baru means the best. So, the best of God's love means THE BEST OF THE BEST. It is God's love that brings us to our better days. Better because God is there and will always be there. By His love we are strengthened. Without His love, we cannot do anything. And since it is always NEW every morning, percayalah, 2012 akan lebih baik dari tahun-tahun lalu. Termasuk bulan ini. Seperti status FB temen saya Anastasia Moi, Maret pasti lebih baik daripada Januari dan Februari. #amen
Gembala saya, Ps. Niko Njotorahardjo, diberi visi oleh Tuhan bahwa 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan. Tahun ini masih berhubungan dengan tahun lalu. Yang belum menerima multiplikasi dan promosi, persiapkanlah dirimu. Hidup berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan adalah setia, janji-Nya akan terjadi dalam hidupmu. Yang tahun lalu sudah menerima multiplikasi dan promosi, tahun ini kalian akan mengalaminya lebih lagi! :D Percaya bahwa mujizat masih ada!! (Untuk lengkapnya, bisa buka di sini).

Saya sangat bersyukur untuk proses-proses, pembentukan, percepatan yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya. Itu bukti cinta-Nya Tuhan buat saya. Dan kalau saya ada sampai saat ini, semua hanya karena anugerah.
Dan kalau saya mau terusin ini, bakal panjang banget. Will continue on next posts in forthcoming days.

Surprises had come and are yet to come. Still mysterious. But all i know is God is ALWAYS in control. Keep calm and trust Him. ;) My prayer that all of you will have a great and highly favored 2012.

Stay blessed!

Saturday, August 6, 2011

"Above the sky there is still sky. But remember there are footprints on the moon..."

taken from Bryan Wagey's facebook

Friday, August 5, 2011

Quotations... Beautiful yet Weird

"A scientific truth does not triumph by convincing its opponents and making them see the light, but rather because its opponents eventually die and a new generation grows up that is familiar with it."
--Max Planck

"A year spent in artificial intelligence is enough to make one believe in God."
--Alan Perlis

"Anybody who has been seriously engaged is scientific work of any kind realizes that over the entrance to the gates of the temple of science are written the words: 'Ye must have faith.'"
--Max Planck

"Bad times have a scientific value. These are occasions a good learner would not miss."
--Ralph Waldo Emerson

"The beginning is always today."
--Mary Wollstonecraft

"A democracy is nothing more than mob rule, where fifty-one percent of the people may take away the rights of the other forty-nine."
--Thomas Jefferson

"Each problem that I solved became a rule, which served afterwards to solve other problems."
--Rene Descartes

"Every man dies. Not every man really lives."
--William Wallace

"Everything in life is luck."
--Donald Trump

"God writes a lot of comedy... the trouble is, he's stuck with so many bad actors who don't know how to play funny."
--Garrison Keillor

"Here is the test to find whether your mission on Earth is finished: if you're alive, it isn't."
--Richard Bach


"I have a simple philosophy: Fill what's empty. Empty what's full. Scratch where it itches."
--Alice Roosevelt Longworth

"A book, too, can be a star, a living fire to lighten the darkness, leading out into the expanding universe."
– Madeleine L’ Engle
(from library.uph.ac.id -- thanks to Hans ;))

"My Best Friend is a person who will give me a book I have not read."
– Abraham Lincoln
(from library.uph.ac.id -- thanks to Hans ;))

"Defeat is not the worst of failures. Not to have tried is the true failure."
--George Edward Woodberry

"Always bear in mind that your own resolution to succeed is more important than any other."
--Abraham Lincoln

"I don't know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody."
--Bill Cosby
(FSM only: bukan Bill Cosby Sena ya. hahha)

"Change will not come if we wait for some other person or some other time. We are the ones we've been waiting for. We are the change that we seek."
--Barack Obama

"All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them."
--Walt Disney

"I don't design clothes, I design dreams."
--Ralph Lauren

"Be as smart as you can, but remember that it is always better to be wise than to be smart."
--Alan Alda

"All who call on God in true faith, earnestly from the heart, will certainly be heard, and will receive what they have asked and desired."
--Martin Luther

"Our greatest happiness does not depend on the condition of life in which chance has placed us, but is always the result of a good conscience, good health, occupation, and freedom in all just pursuits."
--Thomas Jefferson 1743-1826, Third President of the USA

"Faith indeed tells what the senses do not tell, but not the contrary of what they see. It is above them and not contrary to them."
--Blaise Pascal

"The past can hurt. You can either run from it or learn from it."
--The Lion King

"If you live to be a hundred, I want to live to be a hundred minus one day, so I never have to live without you."
--Winnie the Pooh

"Natural ability without education has more often raised a man to glory and virtue than education without natural ability."
--Marcus T. Cicero, c. 106-43 BC, Great Roman Orator, Politician

"All it takes is Faith and Trust."
--Peter Pan

"Some people come into our lives and quickly go. Others stay awhile, make footprints on our hearts and we are never, ever the same."
--Anonymous

"A mere friend will agree with you, but a real friend will argue."
--Russian Proverb

"What do you do when things go wrong? Oh! You sing a song!"
--Snow White

"Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. We ask ourselves, Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous? Actually, who are you not to be? We were born to make manifest the glory of God that is within us. And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same."
--Akeelah and the Bee
(akhirnya ketemu juga lengkap versionnya. haha)

I'm Still Alive

Hello folks! :D

It's been pretty much a long time yah since my last post. Apa kabar semuanya? Saya harap masih pada oke-oke aja yaaa. Udah berapa lama nih? Like 2,5 months, isn't it? ;) Waktu yang cukup untuk mengakomodasi hal-hal tak terduga yang terjadi dalam hidup saya.
Mulai akhir-akhir Mei sampai akhir-akhir Juni, I learned precious lessons while working on my #20on20 project. A project made for my best friend, Mixci, for his 20th birthday on June 20. I really thanked God for His helps and guidance. Also for new friends and wonderful experiences. Saya semakin yakin kalau mujizat itu masih ada. Kalau Tuhan saya itu hidup dan mendengar setiap doa saya. Kalau Tuhan itu peduli banget sama saya. Saya juga belajar tentang 'pemberian terbaik' dan 'kekuatan cinta'. Ternyata sukacitanya itu pol sekali ketika kita bisa memberikan yang terbaik untuk orang yang kita sayang. Bahkan sampai di hari-hari setelah kita melakukan itu. Kalau kita memberi yang terbaik, ada kepuasan dan kelegaan tersendiri. Gak akan ada rasa penyesalan.
Mulai akhir-akhir Juni sampai pertengahan Juli, saya menanti perubahan. Saya menanti hasil perjuangan saya. Dan hasilnya tidak sesuai harapan. Bukan salah siapa-siapa sih. It might supposed to be like that. Things just didn't work, and it was better to bring it to the end. I wouldn't do like what I did if there was still a small light-of-hope in there. Tapi ya sudah lah. Ini lebih baik. Sama seperti yang abang bilang: "One day, it's gonna make sense kok."
Mulai pertengahan Juli sampai sekarang, saya tidak mau tergesa-gesa. Saya belajar untuk mengontrol emosi dan keinginan. Saya mau menjadi lebih dewasa lagi dalam berpikir, bertindak, dan bertutur. Saya belajar pula bahwa sebuah hubungan bisa berhasil jika kedua belah pihak mau saling mengerti, saling menyesuaikan.
Now, I'm still alive :)

Each day in life has its own surprises. Mau gak mau ya kita harus tetap jalani. Life goes on. Waktu yang kita punya terlalu singkat untuk tidak menikmati setiap surprises tersebut. Gak ada yang bilang surprises itu selalu bikin kita ketawa, kesengsem, seneng, bahagia tak terkira, senyam-senyum sendiri. Ada surprises yang akan kita dapatkan yang ngebuat  kita terkejut, shock, kaget, gak bisa komen apa-apa lagi, bahkan perih hati. Tapi those all are arranged to result the best life of us. Seperti kata brader: "Rencana Tuhan untuk setiap kita itu beda-beda." Berarti, surprisesnya beda-beda, prosesnya beda-beda. But, remember, we are in the best life story God's specially written for us. Let's enjoy it to the fullest. In every circumstance, there will always one thing that can make us smile. Give it a good response, and it will give you back something good.

A new morning means a new day. A new day means a new lesson. Sampe mati kita akan senantiasa jadi murid sekolah kehidupan yang Gurunya adalah Sang Pencipta sendiri. Mari jadi murid yang denger-dengeran. Yang antusias. Rewardnya...... di bumi dan di surga--a miraculous life and a happily-ever-after life in heaven :D

Stay blessed!


The latest pic of me. Hahaha
Tenang aja, saya masih sehat-sehat, masih cakep XD
Me and Mom @ Minimal Mega Mall

Thursday, August 4, 2011

August 1, 2011

You are the one whose smile I saw for the first time
You are the one who teach me the true beauty
You are the one who I’m learning to be strong from
And you are the one who always have faith in me

You are the sunshine when my feeling gets blue
You are the rainbow after the rain
You show me your love is true
Oh Mother, you are the sweetest angel God’s ever sent

Years passed off rapidly
Change everything we see
But the light of your heart shines on
The strength of your soul vanish not

Ages can’t take away your charm
You are still as tough as a diamond
You keep standing beautifully
You stay like you always be

I can’t ask for more, you are the best
I love you till the end.



Happy 53rd birthday, Mom!
 -ping-

Saturday, May 14, 2011

It's been a while :)

Hello folks!

Ohmy, udah 3 bulan lebih ternyata saya diemin blog ini. Hehe :B Apa? Kangen?? Iya, saya juga ;) Tulisan terakhir saya itu tentang liburan saya kan ya? Nah setelah hari itu, seminggu kemudian, saya balik ke Manado. Dua hari setelah saya kembali di kost, setengah jiwa saya hilang. Haha maksud saya laptop saya hilang. Raib. Ya, laptop. Dan dompet. Beserta flash disk. Tapi HP enggak. Tapi chargeran laptop enggak. LOL. Yeah, instead of ngatain pencurinya bego, kita bersyukur aja cuma itu yang diambil. Yang lain enggak. Sayanya enggak :) Perlindungan Tuhan emang nyata deh.

*Lah terus itu gimanaaa bisa kejadiannyaa??*

Jadi gini ceritanya. Saya tuh kelupaan bawa kipas angin dari rumah di Tandengan ke kost. Alhasil saya buka deh pintu kamar saya supaya ga panas. Dini hari--beberapa jam sebelum laptop itu diambil--saya masih terjaga. Abis pulang dari KKR with Pastor Kong Hee, abis bertobat untuk rajin saat teduh (sate), jadi saya ambil waktu untuk sate. Beberapa saat kemudian (waktu itu sekitar jam 2 subuh), saya beranjak tidur. While sleeping, my feet tikus-tikus (kejang otot) in sudden. Sakit--seperti biasa. Saya nyebut, bahasa Roh, berdoa. Tapi yang ga biasa itu, saya ga buka mata. After the pain gone, I fell asleep again. Jam 6 pagi saya bangun. Betapa kagetnya saya pas ngeliat laptop udah ga ada di atas kasur. Di deket kaki saya tepatnya. Ah ketendang kali nih, pikir saya. Langsung saya cek di lantai + bawah kasur, nihil. Tidak ada. Saya lemes. Bener-bener panik tapi berusaha sesantai mungkin. Saya ga mau bikin gaduh rumah pagi-pagi. Saya juga ga langsung bilang ke mbak yang pagi itu udah bangun, sedang motongin rumput. Ya sebagai manusia yang punya akal normal, ada lah pikiran-pikiran negatif yang muncul terhadap mbak itu. Secara saya juga belom kenal dia. Tapi saya langsung jauhin itu dan memutuskan untuk balik ke kamar dan berdoa. Pas di kamar, saya langsung keinget: dompet. Haha dan yeah bener aja. Dompet juga kagak ada. Darah saya serasa ngalir ke bawah tubuh, cepet banget. Saya tambah lemes. (Tapi untungnya HP saya yang seharga 1 kaos Volcom ga ikutan diembat ;p) Saya akhirnya kembali berbaring di kasur. Saya berucap: "Tuhan Yesus baik." Lalu kembali bobo.

Singkat cerita, itu laptop belom balik-balik meskipun udah dilaporin ke polisi dan ketua preman setempat. Tapi Tuhan nyatain mujizat-Nya. Dompet saya ada yang nemuin. Dan ketemu dimana, coba saudara-saudara tebak... Pantai Bahu. [oke, bagian ini mungkin hanya dimengerti oleh masyarakat Manado] Ilang di Batu Kota, nyasar sampai Pantai Bahu.Cuma karena kemurahan Tuhan Roh Kudus pimpin si penemu dompet untuk ngembaliin dompet saya tanpa mau saya kasih tanda jasa. (Pas saya ngambil dompetnya, saya kasih uang, eh dia gamau loh). Kartu lengkap! Yaa.. duit, foto2, sim card, udah pada ilang sih. Tapi kalo kartu-kartu masih lengkap. Ampe kartu perpus juga masih ada. ATM masih berfungsi dengan baik. Ah, memang Tuhan itu luar biasa deh.

Selama ga ada laptop, Tuhan ajar saya untuk ngasih waktu lebih banyak lagi buat Dia. Sehari setelah laptop saya ilang, Mr. Burger bilang ke saya, "Kebanyakan online sih kamu." Haha yeah, kalimat simply nyentil ;p So, saya mulai rajin lagi saat teduh dan berdoa. Selama itu saya bilang ke diri saya, elo jadi rajin kayak gini motivasinya musti yang bener ye. Jangan cuma karena mau minta laptopnya balik. Dan beberapa bulan kemudian, entah apa yang Tuhan nilai dari saya, tapi saya yakin Dia punya maksud mulia... saya dapet laptop baru :) Netbook, sih, tapi no problem. Tuhan jawab doa saya dan saya harus bertanggung jawab atas berkat-Nya ini. Saya pernah doa begini: "Tuhan, kalo Tuhan masih mo pake Pingkan di dunia design, Pingkan pasti dapet laptop lagi." Dan bener aja. Tuhan pake mama papa sebagai saluran berkat-Nya. Tapi mama beliin duluan sebelum papa kirim uang. Mama 'hire' saya jadi kliennya lagi. Kali ini untuk design stiker produk air minum perusahaan keluarga kami, RanoAZ. Dalam 1 minggu, dengan Tuhan sebagai sumber kreativitas, saya ngedesign 4 stiker. Bersyukur banget mama suka 4-4nya. Saya juga sreg sama hasil itu. Dan akhirnya kepilih 2 design untuk air minum biasa dan BioEnergy water. Hahaha saya seneng banget bisa take part di perusahaan ini. Saya yakin perusahaan kami bisa jadi besar. Saya juga bersyukur klien pertama saya adalah mama. She treated me professionally (sampe-sampe saya bolos praktikum buat ngejar deadline) dengan bayaran lunch bareng. Buat anak kost, itu suatu anugerah. LOL! Hal lain yang juga saya dapet, Roh Kudus waktu itu ingetin saya, "Tuhan udah izinin kamu dapet laptop lagi karena Dia percaya kamu bisa tetep punya waktu sama Dia." Ya, saya harus berusaha untuk jaga kepercayaan yang Tuhan kasih.

~

Saya berdoa, laptop baru saya ini bisa dipakai lebih lagi untuk kelancaran pekerjaan-Nya melalui saya (dan atau siapapun). Dan oiya, satu hal lagi. Laptop ini pake Win7 original. Sengaja saya beli yang original karena saya jaga-jaga, kalo-kalo saya berangkat ke luar negeri dalam waktu dekat ini. Hehe amen. ;)

Stay in joy, readers. Thanks for reading this. God bless you all.



This is one of two chosen designs :)