Wednesday, August 4, 2010

Ksatria Mimpi

Dalam sejumput asa
Terhias gundah dengan impian
Akan gemilangnya hari depan
Yang masih buram dipisah bentangan masa

Pendar cahaya cinta
Membangkitkan gelora
Semangat meraih cita
Tinggi tergantung di angkasa

Akankah mimpi terhalang misteri
Ketidak pastian menghantui
Menakuti
Menutup harapan akan karya ilahi

Aku ingin menjadi ksatria mimpi
Pahlawan cita
tidak gentar merangkai rencana dalam hari
untuk menggapai angan bersama asa dan cinta


Tandengan—di pagi yang produktif, 23 Juli 2010

Saturday, July 3, 2010

Jiwa Sahabat

untuk mutiara-mutiara jiwaku

Ketika suatu malam
Setapak juntaian langkah
Diselimuti gelisah,
Engkau datang menepis suram

Engkau datang bersama cahaya
Menangkap aku kala gundah

Lalu kita melanjutkan perjalanan
Mengisi detik hari
Melanjutkan cerita
Cerita tentang indahnya kehidupan

Kita hidup dalam himpitan tapi satu nafas
Satu kata, satu gelora
Bertahan karena tawa

Ah, aku tak tahu bagaimana kalau engkau tak datang…
Malam itu tak akan berganti siang.



Tandengan, 24 Februari 2010

Oh my, I'm back!

Umm, yea, okay.
Hi!
Yep, I know. Gaje banget.
Gue agak bingung mau mengawalinya kayak gimana. Bayangin aja, terakhir gue ngepost itu bulan Januari kalo gak salah. Ahhaha gile, posting terakhir aja ane gak tau kapan saking terlalu lamanya blog ini berhibernasi. Dan hari ini, thank to Onal—sahabat gue yang karbo—yang sudah menjual modemnya dengan harga bersahabat (karena kita sahabatan =p), gue akhirnya bisa juga internetan. Akhirnya gue bisa juga nge-update blog gue.
Bener-bener banyak banget yang terjadi selama 6 bulan ini. Dan seperti biasa, gue anggap itu semua sebagai rangkaian cerita yang mengisi petualangan kehidupan yang seru ini. Pada akhirnya, gue hanya bisa menyebut itu keseruan. Di tengah kehidupan gue yang mendadak statis begini, kisah-kisah itu tetap membuat hari-hari gue dinamis. Gue akui, banyakan downnya. Tapi gue yakin aja lah, di balik ini, setelah ini, Sang Khalik udah nyiapin my better days—kalo kata Sidney Mohede. Ada kemuliaan di balik salib—kalo kata Mixci. HAHA! Siapa lagi nih orang?? XD Ada ceritanya sendiri dia. Nanti gue tulis. =)
Post gue kali ini, seperti biasa dan seperti tulisan-tulisan yang lain, gak ada indah-indahnya. Lurus-lurus, langsung, gak bagus. Tapi ini jujur dan gamblang. Pembuka yang cukup pas untuk sebuah blog pascaterlantar. Hehe.
Readers, thank you sudah meluangkan waktu untuk baca. Spesial terima kasih untuk pembaca setia gue, sahabat gue, Abigail June Patricia Papilaya. Gue link blognya dia di sini.

Cherio! :D
Stay blessed...

Tuesday, February 16, 2010

am backkk!!

Hello hello helloooooooo!
Yea I know, you guys are missing me. So am I. Hahaha. Gue kepikiran blog ini terus loh. Soalnya gue gak mau jadinya kayak 2 blog gue yang lain. Terdiamkan begitu saja. =P Gue lagi liburan di Manado. Yea, awalnya sih dibilangnya liburan. Tapi semakin lama semakin tak berasa liburnya. Hahaha. Tapi lagi-lagi, gue diajar Tuhan banyak hal baru. That's the thing that always enables me to keep being thankful in this uncool situation.
Guys, my grandpa is sick now. And yes, some of you are right, itu yang membuat gue ketahan di Manado. Jujur, gue berasa berat banget ngejalanin hari-hari di sini. But thank God for the technologies (baca: Twitter, Facebook, MP3!). Those things have being good friends for me. Haha. 1 hal yang paling ngena dalam masa pembelajaran gue ini adalah: jadi SUSTER a.k.a. perawat itu susah setengah mampus! >.< dan gue gak cocok sama sekali. :] Tapi, gue belajar juga gimana sabar itu. Gak bersungut-sungut, gak bentar2 ngedumel. Itu SUSAH loh temans. Banget. Buat gue... Yah, tapi itulah uniknya cara Tuhan mengajar kita, anak-anak-Nya. Hahha Dia Allah yang kreatif. Adaaa aja cara-Nya mengajar kita yang gak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Btw, temans, gue musti cepet-cepet nih. Gak bisa terlalu banyak ngebawel. Musti ngejar angkot balik ke kampung =P Kapan-kapan kita lanjut lagi ya. Gue cuma pengen ngasih tau aja, blog ini belom mati. Hehehe.
Enjoy your life guys! Love you all

Cheers!

Wednesday, December 16, 2009

Hanya Ingin Berbagi

 IT'S 14 Dec.'s STORY

okay, hi. =)
Aah apaan coba. Ya intinya, I am saying hi to you. Ahaha, maaf, lagi gak jelas.
Anyway! I am welcoming myself back to Karawaci (gue sering menyebutnya sebagai Singapore. hihi). Tadi perjalanan, cape + bete. Beneran. I started from Bintaro with mom at 11.50. Gue udah deg-degan ketinggalan TransBintaro. Tapi ternyata, we still made it. Lalu, sampe di Fx pukul 12.50. Busnya (SEHARUSNYA-I tell you dari awal ya) dateng pukul 13.30. Jadi nyokap ngajak ngiter di Fx dulu. Nyokap bilang "Ah, masih setengah jam kok. Setengah jam itu lama, Ping!". Yawes, nurut wae lah. Dan ternyata, nyokap lagi pengen froyo.
Beliau nanya, "Ping, di sini ada yoghurt gak?" Gue udah tau nih, beliau maksudnya nanya "Ping, di sini ada J.Cool gak?" Soalnya, beliau baru mengantongi 1 merek dalam pengalamannya mengonsumsi frozen yoghurt, yakni J.Cool (padahal ada yang lebih murah dari J.Cool).
Trus, gue bilang "Ada, tapi Sour Sally., Ma."
Nyokap menjawab, "O..yah." Haha, bener kan dugaan gue, nyari murahnya. Lalu beliau melanjutka, "berapa, sih, Sour Sally.?"
Gue, "18rb Ma, yang plain, single."
Nyokap, "Oh, sama dong ya ama J.Cool,"
Gue karena lagi kepengen juga, menjawab, "he eh." Hahaha padahal J.Cool 15rb. Hihihi

Sampelah kita ke lantai f3 (eh ato f4 sih? --f4?? efse donggg! Huaaa Gu Jun Pyo!! *LOH?*--). Langsung terlihatlah Sour Sally. di bagian kanan eskalator yang kita naikin. Singkat cerita terbelilah 2 Sour Sally. plain yang small. Topping gue strawberry and mom's was peach. Tadinya gue mau mochi yang chocolate kan, gue dengan sok banget (=P) minta ke mbaknya. Dan mbaknya dengan tampang yang masih baik, berkata, "Maaf, Kak, itu cuma buat yang medium (dan large) aja."
"Oh. Ok, strawberry, deh, kalo gitu." Sumpah, malu banget. Mas2nya ngeliatin udah nguakak kali tuh dalem hati. Ya, lesson learnt: Jangan sok tajir. Hahahahaha ^ ^

Akhirnya, gue pisah ama nyokap karena beliau mau ke Slipi, jadi nunggu taksi (atau bus?) somewhere over there, yang pasti gak di deket gue. Jadilah gue nunggu bus karawaci, sendiri. Jadwal yang gue tau tuh busnya sampe di fX pukul 13.30. And at that moment it was around 13.15.
Nunggu.. Nunggu.. Nunggu.. Ketemu Oom Roy (agak ngagetin).. Nunggu.. Nunggu...
AAARGH!!! Udah 13.50! D*MN! Where's actually that freaking bus?
Ini beneran: gue udah pengen nangis. Gue takut gue salah jadwal. Masalahnya I need to be in Karawaci as soon as possible (hahaha kayak mo reply e-mail aja.). Ya udah, gue memutuskan untuk nekad membolang naik bus ke Blok M terus ambil bus ke Islamic Village. Gue gak kebayang entar gimana, yang penting ke Blok M dulu lah.
Dalam perjalanan ke halte bus TransJakarta, gue ngeliat2 ke arah Ratu Plaza. Gue berargumen dalam hati, "Kalo sejauh mata memandang, gak ada tanda2 bus lippo, berarti ya emang gue salah jadwal dan gue harus naik dari Blok M." Pertama kali liat, gak ada emang. Ok, gue jalan terus. Beberapa langkah setelah itu, gue nengok lagi dan nunggu beberapa detik. Ampe tukang ojek berkali-kali manggil, gak gue hirauin. Dan, gak ada tanda2. Yaudah lah, apa mau dikata. Gue berjalan ke arah semanggi. Dan, ternyata oh ternyata, ketemu lagi yang gak disangka-sangka: Tante Vonne. Jiah, tadi Oom Roy, sekarang Tante Vonne. Another thing learnt: Jakarta itu sempit sekali, saudara-saudara. [Haha, untuk yang ini gue siap di counter. Hehe]
Terjalinlah sebuah dialog amat singkat antara gue dan Tante.
Tante, eh gak, gue dulu: (dengan suara berbisik) Lah?
Tante Vonne: (nunjuk2, senyum2)
Gue: Ealaaa Tante. Halo, Tan!
Biasa lah, cipika cipiki
Tante: Ngapain, Ping, di sini?
Gue: Ini, Tan, nungguin bus lippo lama bwanget. Udah sejam di sini.
Tante: Oooh. (terdiam 1,5 sekon) Lah, itu apa?
Gue: (nengok ke belakang, terus merhatiin sampe bus itu belok, dan ternyata terlihatlah tulisan Lippo Village) OEMJI! Ya ampun! Ya udah ya, Tan. Aku ke sana lagi. Ya elah!
Tante: Ok, Ping!
Gue: Daaaaaaag, Tan.
Tante: Daaag.

Gue lari, bapak2, ibu2. Freakish to the max. Cewe kecil lari2an pake backpack jumbo, celana pendek, baju butterfly, yang berhasil bikin gue look like turis lokal kesasar. Grrrrawr!
Tibalah gue di bus, dan every couple of eye was on me. Rambut gue acak2an. Sangat gak banget nget nget. Dan ternyata gue masih nunggu lagi kind of 5 minutes in the bus. Ya elahhhh! Jadi jadwal bus sebenernya tuh jam brp sihhh?? 13.30 bukan, 13.45 bukan, 14.00 juga bukan. HAAAAH! Feeder bus Lippo bikin emosi jiwa. Huhh.
Tau gak readers, ini tuh kedua kalinya gue dibikin emosi ama bus Lippo. Yang pertama, ama bus internalnya. 1 jam nunggu juga tuh. Nah ini yang kedua. Hufffff. Gue bingung ya, kenapa Tuhan ngasih gue tes kesabaran lewat masalah bus? Hmm mungkin kalo dikasihnya lewat orang, gue gak bakal teruji kali, ya. Gue kan susah marah. Hahahaha. Tapi Tuhan tau titik lemah gue. Hihiihi =B need to be more processed nih. Belom teruji. Wkkwkw.

Yah, sampailah akhirnya gue di Karawaci. Ke kostan Wida, ketemu Wida, dan blalalalala... the rest of the day went well =)

okay, write more again yah.
Blessed day, readers!
cherio!


"And the glory of the LORD will be revealed, and all mankind together will see it. For the mouth of the LORD has spoken" - Isaiah 40:5 - NIV

Saturday, December 12, 2009

Beautiful poem for us, the eco-lovers =)

The Canticle of Brother Sun
St. Francis of Asisi (1226)

Most high, omnipotent, good Lord,
Praise, glory and honor and benediction all are thine.
To thee alone do they belong, most High, and there is no man fit to mention thee.

Praise be to thee, my Lord, with all thy creatures,
Especially to my worshipful brother sun,
The which lights up the day, and through him dost thou brightness give;
And beautiful is he and radiant with splendor great;
Of thee, most High, signification gives.

Praised be my Lord, for sister moon and for the stars,
In heaven thou hast formed them clear and precious and fair.
Praised be my Lord for brother wind
And for the air and clouds and fair and every kind of weather,
By the which thou givest to thy creatures nourishment.

Praised be my Lord for sister water,
The which is greatly helpful and humble and precious and pure.

Praised be my Lord for brother fire,
By the which thou lightest up the dark.
And fair is he and gay and mighty and strong.

Praised be my Lord for our sister, mother earth,
The which sustains and keeps us
And brings forth diverse fruits with grass and flowers bright.

Praised be my Lord for those who for thy love forgive
And weakness bear and tribulation.
Blessed those who shall in peace endure,
For by thee, most High, shall they be crowned.

Praised be my Lord for our sister, the bodily death,
From the which no living man can flee.
Woe to them who die in mortal sin;
Blessed those who shall find themselves in thy most holy will,
For the second death shall do them no ill.

Praise ye and bless ye my Lord, and give him thanks,
And be subject unto him with great humility.

Sonnet 43 - How Do I Love Thee?

How do I love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of Being and ideal Grace.
I love thee to the level of everyday's
Most quiet need, by sun and candle-light.
I love thee freely, as men strive for Right;
I love thee purely, as they turn from Praise.
I love thee with the passion put to use
In my old griefs, and with my childhood's faith.
I love thee with a love I seemed to lose
With my lost saints,—I love thee with the breath,
Smiles, tears, of all my life!—and, if God choose,
I shall but love thee better after death.
 Elizabeth Barrett Browning