Showing posts with label my thoughts. Show all posts
Showing posts with label my thoughts. Show all posts

Friday, October 4, 2013

ASEAN goes to Japan: An Endless Discovery (2)

Awalnya saya kira stasiun subway dan kereta bakalan tutup gak lama dari saat itu (I arrived at Tokyo Tower at 10 p.m., took quite lots of (blurred) photos sekitar 45 menit lalu beranjak pulang. Jadi ya maklum kalau saya menganggap stasiun udah mau tutup). Dengan agak terburu-buru dan deg-degan, saya berjalan ke stasiun subway. Ternyata belum tutup dan thank God, saya tiba di hotel dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Sempat kekurangan (baca: pintu kamar udah dikunci sama roommate saya XD) tapi untungnya, teman-teman Malaysia dan utusan Kendari bersedia membuka pintu kamar mereka. Saya numpang di kamar tetangga, tapi semua yang saya alami menjadikan malam itu salah satu malam yang bersejarah dalam hidup saya.

One day after, we--the members of Kumamoto L group--began another fantastic journey outside Tokyo. Yes, we're going to Kumamoto!

We flew to Kumamoto with Japan Airlines (JAL) from Haneda Airport. Itu smaller than Narita Airport tapi kerennya mah sama ya. Hahaha. Super nice. Ok, agak lebay mungkin. Tapi pendapat tersebut saya rasa fine-fine aja untuk ukuran orang yang pengalamannya baru ke beberapa airport (meskipun di antaranya termasuk Changi ;)). By the way, thanks to Chanh, my Vietnamese friend, for taking this photo for us.

After 1.5 hours of sleeping in the airplane, I finally arrived in Kumamoto--the city of Kumamon. Kumamoto mirip Indonesia tetapi lebih rapi, bersih, dan tertata. Dan penuh dengan kejutan. ^^ Orang-orangnya tidak kalah ramah dari penduduk Tokyo. Mulai dari staf di kantor walikotanya sampai karyawan-karyawan di kantor NTT West meskipun saya sempet gak sengaja ambil gambar di lantai 2 kantornya--which is strictly prohibited. HAHA, my bad. ごめんなさい。

Saya dan semua teman-teman di grup Kumamoto L terheran-heran dan senyum-senyum sendiri ketika teman-teman mahasiswa, staf dan dosen PUK (Prefectural University of Kumamoto) menyambut kami dengan tepuk tangan. Penyambutan hangat seperti itu juga kami terima pada welcome party dan malam kebudayaan di Takahashi Inari Shrine dari siswa-siswa SMP di Kumamoto.
Buat saya, Kumamoto patut dijadikan kota percontohan banyak kota di Indonesia. Industri agrikultural yang sangat berkembang tidak membuat kemajuan advanced technology terhambat. Keberadaan NTT West dengan proyek Smart Hikari Town Kumamoto membuktikan Jepang berhasil melestarikan keindahan budayanya (spot pariwisata, kepedulian yang sangat tinggi pada orang-orang lanjut usia dan orang-orang cacat) sembari mempertahankan predikat hi-tech country. Saya pribadi sih tercengang banget waktu dengar presentasi di hari pertama dan hari (kedua) terakhir saya di Kumamoto tentang proyek tata letak (dan, bagi saya, karakteristik) kota. Pada first lecture, presentasi proyek ini dibawakan oleh staf pemerintahan kota. Pada last lecture, kita memperdalam teknis proyek ini di kantor perusahaan swasta yang bernama NTT West. Saya belum paham gimana sistem pembentukan badan usaha di Jepang, tapi melihat kerjasama yang begitu baik antara pemerintah kota Kumamoto dan NTT West saya berpikir kalau keadaan yang demikian baik jika bisa dilaksanakan juga di kota Manado.

Di hari terakhir koordinator kelompok saya berkata bahwa masih banyak tempat di Jepang yang lebih bagus daripada Kumamoto. Tetapi pengalaman berada di Kumamoto selama 4 hari seakan membuat saya lebih ingin kembali ke Kumamoto dari pada ke tempat lain on my next Japan trip—belum tahu kapan lagi. We loved Kumamoto so much! We really had sooooooo much valuable and incredibly fun time there. We proudly called our group "The Kumamons". Hahaha we're gonna make a rock band after this. ^^

No, I'm just kidding. Yes, about the band thing.

We had a kind of plenary meeting with other participants of Jenesys2.0 from 5 other groups. We had to present the result of our group discussion, mainly about what we knew about Japan before we came, what we had learned after those 7 days, and what we're gonna do next when we got back to our home countries. Presenternya bisa seluruh anggota grup bisa juga some of it. Nah, since our group decided not to send all of the members to be the presenters, so it will be just some of us, it was such an honor that I became one of them. :) Thanks guys for giving me the chance to do something for my country. Indonesia, ini langkah awal untuk sesuatu yang lebih besar yang saya akan lakukan sebagai anak bangsa.

Ya, saya percaya ini hanyalah permulaan. Kunci bagi bangsa-bangsa sudah dalam genggaman. I will not let this divine dream die or even be aborted. The time will come. Meminjam istilah senior saya waktu saya kalah lomba street dance 2 tahun lalu, "when it comes, it's gonna be big."

I will have an Endless Discovery right in Japan.

I will be back.
*shades on*

Thursday, August 1, 2013

02.Jan.2013

Ah! Gue nyengir sendiri kalau nulis “13” di bagian akhir tanggal. Udah 2013 aja loh. Happy New Year! Bener-bener ‘kecepetan’ tuh 2012 lewatnya. Gak berasa banget. Dari gue bergumul di angkot karena baca SMS soal uang kost bulan Januari, terus tiba-tiba gue udah di Jakarta, pelayanan di WPA jadi hospitality team atas nama UPH. Eh, tiba-tiba lagi, gue udah berpindah ke Padang ketemu bule-bule dari Jerman dan Prancis yang ngasih training tentang DNA Barcoding. (Berasa) sesaat setelah ‘mloncoin mahasiswa baru FMIPA, sayap gue dikepakin lagi sama Tuhan lalu dibawa terbang ke Jakarta (again) buat... naik menara doa pusat di SICC plus dopeng plus ketemu Kak George (WL senior G.R.O.W.). Gak sekedar ketemu, Kak George dan konconya (Kak Iwan) doa impartasi gue which was an answer for my prayer. Gokil. Gak sampai 48 jam setelah gue injak kaki lagi di Manado, Tuhan promoted gue jadi juara II Olimpiade Sains Pertamina tingkat provinsi. Kejadian itu bener-bener mujizat. Satu paket deh sama kasih karunia, favor, and miracle. AWESOME GOD.
Nah, sementara God’s spreading my wings, my eyes also witnessed harvests that happened in Manado. Mungkin sayap gue belum sampai membawa gue ke Rusia, tapi to see 14.200 high school students being restored by Holy Spirit for this city... itu lebih berharga. Dan mungkin gak banyak orang juga yang tahu (dan mungkin menyadari), GMB_FM merupakan salah satu jawaban doa pribadi gue. Tuhan bukan cuma bikin ibadah youth di gereja, tapi kalau Tuhan izinin gue jadi WL di ibadah youth kota really proved that God answers prayer exceeding abundantly beyond what we have asked. Tentunya Dia buat seperti itu bukan hanya untuk gue. Itu untuk kota ini. Kota yang harus ada di hati gue. Setidaknya sampai waktu yang ditentukan Tuhan untuk gue melayani di sini. Tapi kalau kata Kak Nata: sampai Manado mengalami revival, ya, Ping. Hehe, kita lihat bagaimana kata Tuhan J
Melayani sebagai pengajar juga gak mungkin gue lupain. Mungkin dampaknya gak terlihat secara langsung, tapi menjadi salah satu piece of puzzle hidup murid-murid gue sudah merupakan kehormatan buat gue. Gue aja ngira gak bakal dibayar (baca: kalau dibayar gak apa-apa, gak juga gak apa-apa. Hehe). Eh, tapi gaji gue lebih dari yang gue pikirkan, loh. Thanks, Lord Jesus.
Dan ternyata, waktu yang berlari ini bukan gue doang yang rasa. Bahkan Pak John menyimpulkan: waktu yang berjalan sungguh cepat menunjukan kita semakin dekat dengan kekekalan. HAHA! Well, sebagai believer yang menanti, kita seharusnya excited Tuhan sudah mau datang :D
2013 masih penuh misteri. Kita gak tahu kedepannya gimana. Tapi satu hal yang harus kita tahu, God holds our future. Let His will be done, not ours, karena Dia yang tahu banget jalan-jalan yang terbaik buat kita. Just surrender—because you believe.
2013 has VI and VII semester, but it is me (and God) who’s gonna seize them. Bertahun-tahun target IP 4,00 belum kesampean. Tapi 2013 menyimpan harapan dan kesempatan untuk kita berusaha. Bagaimana pun kita, keadaan kita, hari yang baru yang kita lalui selalu menawarkan harapan dan kesempatan untuk meraih mimpi-mimpi kita, untuk menaklukan kemustahilan bersama Tuhan. Seperti kata iklan BCA kemarin: “Impian selalu menemui tantangan sebelum itu menjadi kenyataan”, maka bermimpilah melewati ketidakmungkinan. Bersama Tuhan, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan.
Mari berjuang, penakluk-penakluk mimpi. Entah siapa pernah bicara, yang pasti seseorang pernah berkata: “If mind can conceive, men can achieve.” Yes, everything is already there—in your head; all you have to do is just to see beyond what you can see. Demikian nasihat ibunda Dr. Carter kepada anaknya. Pencapaian mimpi perlu koordinasi otak dan anggota tubuh lainnya. Otak merancang, membayangkan, memikirkan, menerbangkan khayal ke alam bebas kemustahilan. Tapi untuk mencapainya, tangan dan kaki perlu hati yang percaya segala sesuatu mungkin. Gue baru menyadari bahwa bukan otak kita bukan satu-satunya penghambat keajaiban. Hati kitalah yang enggan berusaha lebih keras untuk ‘sekedar’ percaya. Padahal harapan itu dekat. Mujizat dan keajaiban itu bahkan lebih dekat dari baju yang kita pakai. Kita saja yang enggan.
2013, tahun yang harus dihadapi dengan kepercayaan yang teguh kepada Sang Penguasa Tunggal.
I want to fly higher and wider. I believe if God allows me, I will. I can.


“Action will always follow what you believe.” – Facing The Giants –

Saturday, July 13, 2013

ASEAN goes to Japan: An Endless Discovery (1)

Tanggal 23-30 Juni 2013 saya berada di Jepang untuk pertama kalinya. Japan Ministry of Foreign Affairs melalui Jenesys2.0 mengundang saya dan 357 mahasiswa ASEAN lainnya berkunjung ke Jepang untuk memiliki pengalaman tak terlupakan di Negeri Sakura. Waktu itu saya adalah mahasiswa Biologi tahun III Universitas Sam Ratulangi Manado dan merupakan satu dari 36 mahasiswa Indonesia yang terpilih menjadi duta bangsa. Sungguh suatu kehormatan.
Beberapa dosen di kampus berpendapat saya mirip orang Jepang. Pramugari-pramugari Japan Airlines pun berbahasa Jepang ketika menawari saya minuman. Tapi bagi saya Negara Matahari Terbit masih misterius. Berbekal beberapa simple phrases bahasa Jepang yang dituliskan dalam handbook Jenesys2.0 batch 3, perlengkapan yang dibutuhkan sebagai duta bangsa, 2 lembar Japan Yen, dan tentunya passport, saya ke Jepang.
Excitement yang meluap-luap di tempat yang sama sekali baru bersama orang-orang asing membuat saya agak mati gaya pada awalnya. Saya panik ketika mengira koper saya hilang saat turun dari bis di Hotel Nikko Narita. Tambah panik ketika melihat pengemudi bis dan bapak-bapak panitia lebih kelimpungan mencari-cari koper tersebut yang ternyata berada tidak lebih dari 3 meter dari saya. Mulai saat itu saya tau orang-orang di sekeliling saya bukanlah orang asing. Tapi, tidak serta merta kematian gaya saya hilang begitu saja. Banyak yang bergejolak di hati dan ga tau mau dishare ke siapa. BB tidak bisa dipakai, mau telepon juga udah kayak beli pulsa hand phone untuk 2 bulan. Well, TV di kamar hotel cukup membuat suasana lebih baik meskipun ga ngerti apa yang diomongin.
Masuk hari kedua, akhirnya peserta mendapat lecture tentang tujuan-tujuan utama penyelenggaraan Jenesys2.0, yaitu untuk menyambut AEC (ASEAN Economic Community) 2015 dan memperkuat hubungan 'bilateral' antara Jepang dan ASEAN (Jepang bahkan punya ambassador sendiri untuk ASEAN!). Kami mulai mengerti untuk apa kami dibawa jauh-jauh untuk study tour ke Jepang, dibiayai mahal-mahal oleh pemerintah Jepang untuk experienced negara mereka. Kalau mau direnungin baik-baik, bangga loh jadi youth ambassador yang dipercaya menjadi penentu arah masa depan bangsa. Apapun dasar pertimbangan pemerintah Jepang (termasuk untuk menghabiskan anggaran seperti yang dilontarkan sobat saya :p), menurut saya, cara seperti ini efektif banget untuk menarik minat generasi muda terhadap negara Jepang. Well, buat saya, kalau memang kita (youth ambassadors from Indonesia) mau mengembangkan kecerdasan kita lebih lagi dan punya visi untuk negeri tercinta, program study tour ini bukan hanya bermanfaat di masa kini--having fun di Jepang, punya foto-foto dari sana, dapat keluarga baru dari berbagai negara, dll--tapi juga bisa memberi dampak positif bagi Indonesia di masa mendatang--when our time has come. :) Ngomong-ngomong, saya post tentang AEC 2015, ASEAN & Jepang, dan 'yang-berat-berat-itu' di posting lain, ya. Kita have fun dulu. Hehehe.
Salah satu program di hari II adalah Tokyo Exploration. Siang harinya kami berkesempatan untuk berbelanja di Aqua City, Odaiba. Pemandangan Tokyo Bay yang indah bisa kami nikmati dari sana. Selama perjalanan pun saya melihat pemandangan yang sungguh tidak biasa dilihat di rumah. Begitu banyak pohon di tengah-tengah gedung-gedung perkantoran maupun apartment dan selalu ada kehijauan di tepi sungai yang bersih. Walau hanya terlihat dari dalam bis yang sedang melaju di jalan tol, keadaan kota yang demikian sungguh menyejukan.

Waktu yang terlalu sempit untuk menikmati Tokyo tentunya tidak saya sia-siakan. Malam harinya merupakan free time bagi para peserta. Banyak teman yang mengunjungi Shibuya dan Shinjuku, saya sendiri memutuskan untuk ke Tokyo Tower. Waktu masih di Indonesia, saya tadinya memang ingin ke pusat kota yang katanya seperti Times Square di New York dan kita bisa melihat cosplay yang begitu atraktif, ditambah saya agak takut untuk pergi sendiri karena saya tidak bisa berbahasa Jepang, namun keinginan yang kuat untuk melihat langsung dan memotret Tokyo Tower membuat saya tetap memberanikan diri. Dengan pemikiran ‘nanti ‘kan bisa tanya-tanya sama satpam atau polisi saya berangkat sendiri ke Tokyo Tower. Saya mulai deg-degan ketika saya tidak menemukan polisi ataupun satpam di stasiun kereta terdekat (Kokusai-tenjijo). Namun, keramahan penjaga information desk (meskipun saya hampir menerobos palang karena tidak tau dimana tempat membeli tiket), orang-orang Jepang—tua maupun muda—yang saya tanyai di stasiun, informasi yang tersedia dimana-mana (termasuk jam kedatangan kereta yang tergantung pada langit-langit stasiun), kenyamanan stasiun maupun kereta dan subway membuat saya merasa sangat aman. Saya merekomendasikan untuk mengeksplor Tokyo by your own karena Anda akan belajar lebih banyak dari yang Anda harapkan. Saya belajar banyak hal dari perjalanan malam itu, salah satunya adalah kebiasaan berdiri di sebelah kiri ketika naik eskalator agar bagian kanan dapat digunakan oleh orang yang sedang terburu-buru. Dari eksplorasi Tokyo malam itu, saya menyimpulkan Tokyo benar-benar kota yang sangat bersih, nyaman, teratur, dan ramah—berbeda dengan pandangan saya sebelumnya bahwa orang Jepang sangat individualis dan eksklusif. Saya sangat berterimakasih kepada orang-orang Jepang yang walau tidak berbahasa Inggris tetap mau berusaha menjawab ketika saya bertanya. Kali ini giliran saya yang merasa bahwa saya bukan orang asing.

...Saya belum selesai. Tunggu lanjutannya ya.


Wednesday, June 12, 2013

Know it first: GMO

Kamu pasti pernah dengar kata bioteknologi atau kalau di Atma disebutnya 'teknobiologi'. Hehe. Apa kesan pertama kamu waktu dengar kata itu? Apa yang langsung terbesit di otakmu? Kloning? atau Tempe? Yap, keduanya adalah produk bioteknologi. Tapi sekarang gue lagi gak mau bahas neither kloning nor tempe.

So, ladies and gentlemen, please welcome the ultimate, one and only.... GMO!

Tulisan selanjutnya adalah hasil tugas mata kuliah Rekayasa Genetika gue berupa tulisan argumentatif tentang pendapat gue soal GMO. Gak tahu deh dapet nilai berapa. Tapi ya semoga bisa menambah pengetahuan kita-kita, supaya kita sebagai orang muda bisa speak up dan gak mati gaya ketika harus menanggapi pengembangan inovasi ini yang semakin cepat berlangsung. Komentar, kritik, hujatan, saran, dan pujian dipersilakan :-)


---------------------GMO----------------------

Planet Bumi yang menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup, menurut US Census Bureau tahun 2012, saat ini berpenduduk lebih dari 7 milyar jiwa. Keadaan tersebut membawa dampak universal yang berkembang menjadi permasalahan global. Sains dan teknologi berkembang secara signifikan untuk mengimbangi perkembangan di era modern ini—perubahan gaya hidup, peradaban, pola pikir, dan peningkatan pengetahuan yang memengaruhi perubahan pada kebutuhan makhluk hidup, khususnya manusia. Pangan adalah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia. Efek domino yang dihasilkan dari pertumbuhan penduduk secara global menyinggung pula pada kebutuhan makan—semakin bertambahnya penduduk mengakibatkan peningkatan pada  konsumsi bahan pangan.

Bioteknologi, yang merupakan salah satu penerapan dari ilmu tentang makhluk hidup (Biologi), secara interdisiplin ilmu memegang peranan penting dalam dunia sains dan teknologi pada masa kini. Proses dan produk yang berkaitan langsung dengan agen hayati dan keberlangsungan kehidupannya menjadikan Bioteknologi mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan. Salah satu hasil produksinya adalah organisme transgenik atau GMO (Genetically Modified Organisms) yang dewasa ini didefinisikan sebagai organisme yang telah mengalami modifikasi atau perubahan pada susunan materi genetiknya dengan bantuan bioteknologi modern karena perubahan tersebut tidak dapat terjadi secara alami. Akan tetapi, pada dasarnya proses pemodifikasian susunan gen suatu organisme merupakan proses alamiah yang terjadi pada setiap individu makhluk hidup. Proses rekombinasi materi genetik—‘pencampuran’ materi genetik induk jantan dan betina—ini terdapat pada proses pembelahan sel yang dialami semua jenis makhluk hidup. Pemaknaan GMO yang telah mengalami pergeseran berdampak pada anggapan sebagian masyarakat berbagai kalangan bahwa organisme transgenik adalah produk bioteknologi yang berbahaya. Padahal, di balik mispresepsi masyarakat, GMO potensial memberikan dampak yang baik bagi manusia—salah satunya menjadi solusi dari problem global yang sedang melanda yaitu krisis pangan—namun tidak merugikan alam dan lingkungan hidup.

Salah satu contoh GMO yang telah dipakai dalam bidang industri adalah bakteri Eschericia coli yang termasuk dalam GMMO (Genetically Modified Microorganisms) sebagai penghasil biodiesel (salah satu jenis energi terbarukan yakni bahan bakar berbasis organisme hayati). Para ahli menginjeksikan suatu gen yang dapat membuat E. coli mengeluarkan enzim pemecah polisakarida (substrat yang dipakai untuk proses sintesis biodiesel) seperti selulase dan karena itulah E. coli dapat memproduksi biodiesel langsung dari tubuhnya. Contoh GMO lainnya yang dewasa ini menjadi fokus pengembangan para ilmuwan agro-bioteknologi adalah kacang kedelai dan tanaman jagung yang toleran terhadap herbisida dan hama. Kemampuan suatu tanaman, terutama tanaman hasil pertanian, tahan terhadap herbisida juga berarti berkurangnya penyemprotan herbisida, berkurangnya lalu lintas di areal pertanian, dan biaya operasi yang lebih sedikit.

Penerapan teknologi berbasis agen hayati pada organisme hidup—tanaman-tanaman pertanian maupun hewan—tidak serta merta mendapat dukungan semua kalangan. Beberapa pihak yang menyebut dirinya sebagai pecinta lingkungan meragukan keamanan GMO secara ekologis. Isu-isu tentang potensi resiko yang didapat melalui GMO diangkat dan berimplikasi negatif terhadap cara pandang masyarakat awan mengenai organisme transgenik. Penolakan masyarakat terhadap penggunaan organisme transgenik berdasar pada isu-isu utama yakni potensi alergi pada konsumen GMO, transfer gen dari GMO ke dalam tubuh konsumen, outcrossing atau perpindahan gen tanaman transgenik ke tanaman konvensional / non-transgenik, berkurangnya biodiversitas, efek ‘perusakan’ serangga-serangga atau hewan tanah bermanfaat, dan kemungkinan munculnya patogen tanaman yang baru.

Pengembangan teknologi dan produksi organisme transgenik yang terus dilakukan satu per satu menjawab perdebatan tentang pengaruh GMO terhadap lingkungan dan manusia. Dalam kurun waktu dua dekade sejak kemunculan GMO untuk pertama kali ke publik sampai sekarang, potensi GMO menimbulkan reaksi alergi pada konsumen yang seringkali ditakutkan tidak ditemukan. Demikian halnya dengan kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya transfer gen dari GMO ke sel-sel tubuh konsumen ataupun ke mikroorganisme atau flora normal tubuh manusia. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan selanjutnya jika gen yang berpindah ke sel tubuh menyebabkan gangguan kesehatan. Transfer gen ke mikroorganisme saluran gastrointestinal memiliki kemungkinan relevansi pada gen-gen resistensi antibiotik, akan tetapi meskipun probabilitas berlangsungnya transfer gen kecil, para ilmuwan dari FAO/WHO telah mengembangkan teknik modifikasi gen tanpa menggunakan gen resistensi antibiotik sebagai marker. Permasalahan outcrossing yang sempat terjadi antartanaman jagung konvensional di Amerika Serikat diantisipasi oleh beberapa negara dengan cara mengurangi pencampuran jenis tanaman pada lahan pertanian, yakni dengan memisahkan lahan untuk jenis tanaman yang berbeda. Tinjauan terhadap efek ‘perusakan’ serangga dan atau hewan-hewan yang berperan penting secara ekologi telah ditindaklanjuti dengan pelaksanaan berbagai penelitian, salah satunya adalah yang dilakukan oleh peneliti dari Aachen University. Penelitian tentang efek jagung Bt (resisten hama) yang mengandung tiga protein Bt pada cacing tanah menelurkan kesimpulan bahwa jagung Bt bukanlah sebuah ancaman bagi keberlangsungan kehidupan cacing tanah di alam.

Sampai tahun 2006, menurut U.S. Department of Energy Genome Programs, 97% hasil pertanian transgenik secara global ‘disumbang’ oleh Amerika Serikat (53%), Argentina (17%), Brazil (11%), Kanada (6%), India (4%), Cina (3%), Paraguay (2%), dan Afrika Selatan (1%). Bahkan menurut pemberitaan Republika, pada tahun 2010 pangan Argentina sudah 100% menggunakan teknologi GMO. Republika juga melansir pernyataan direktur dan pendiri International Service For The Acquisition of Agri-Biotech Applications (ISAAA) bahwa sampai tahun 2010, lahan penanaman organisme transgenik mencapai 1 miliar hektar yang berarti juga bahwa organisme transgenik (GMO) semakin diterima oleh masyarakat luas.

Bahan pangan transgenik yang beredar di pasar internasional saat ini telah melalui peninjauan dan pengujian kembali terhadap resiko yang mungkin ditimbulkan dan bukti validitas pengujian tersebut dapat terlihat pada masyarakat dimana tidak ditemukannya efek negatif terhadap kesehatan manusia. Peningkatan permintaan yang berlangsung secara kontinu juga memperlihatkan aman atau tidaknya penggunaan bahan pangan transgenik atau GMO oleh manusia maupun terhadap ekosistem.

Genetically Modified Organisms baik dalam bentuk GMMO maupun dalam kegunaannya sebagai sumber alternatif bahan pangan semakin menuai respon baik dari masyarakat walaupun masih terdapat kelompok oposisi yang tidak mendukung teknologi ini didasari oleh beragam argumentasi. Pada prinsipnya, tidak ada teknologi yang tidak mengandung resiko. Inovasi yang segera direspon dengan baik oleh masyarakat sekalipun jika digunakan secara tidak bertanggung jawab akan berdampak buruk bahkan dampak yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Apabila kesejahteraan dan kebaikan bersama—seluruh komponen alam—merupakan landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sejatinya resiko ataupun perdebatan-perdebatan yang timbul dapat teratasi.

Wednesday, May 29, 2013

#iBelieve

Jika kamu berani bermimpi, berani jugalah untuk menggapainya. Seorang pemimpi sejati tidak akan pernah puas dengan impiannya. Dia bukan hanya jago bermimpi, tetapi seorang pemimpi sejati pandai pula menetapkan hati untuk melangkah dan meraih. Pemimpi sejati sebenarnya seorang realistis yang percaya bahwa realita sebenarnya dilahirkan dari hal-hal yang tidak realistis. Dan realita yang demikian hanya bisa terjadi jika percaya dan usaha dipadukan.

Percaya memberikan rangsangan bagi kaki untuk melangkah. Dan sepasang kaki yang tidak disfungsi akan merespon rangsangan tersebut, lalu melangkah.
Percaya menghubungkan satu organisme yang bermimpi kepada Sang Pemberi Mimpi. Hati dan otak bekerjasama untuk merangsang seluruh organ untuk bertindak. Organ-organ yang tidak disfungsi akan bergerak sesuai arahan hati yang percaya dan otak yang berhikmat.
Percaya memampukan pemimpi sejati berusaha.


Orang yang percaya tidak jenuh dan patah semangat untuk berusaha.
Orang berusaha karena ia percaya.
Berkuasa.

...dan Amerika tidaklah mustahil.

Sunday, March 4, 2012

2012

Okay. Post pertama saya di tahun ini curcol banget. Sekarang giliran yang serius nih. Hehe.

Jadi, kita udah di 2012 kan yah. Udah masuk Maret pula. Wow, time runs so rapidly, yah? :) Tapi mumpung masih dianggap awal-awal, saya mo tanya nih. Apa sih yang ada di benak kalian pas denger '2012'? :D hehehhe Kiamat? Atau 2012 is just another year to pass on? Apapun itu, saya cuma mau bilang, 2012 itu adalah tahun yang lebih baik dari tahun-tahun yang sudah berlalu. Tahukah kalian, kasih Tuhan itu selalu baru setiap hari buat kita. Bukan yang bekasan. Baru means the best. So, the best of God's love means THE BEST OF THE BEST. It is God's love that brings us to our better days. Better because God is there and will always be there. By His love we are strengthened. Without His love, we cannot do anything. And since it is always NEW every morning, percayalah, 2012 akan lebih baik dari tahun-tahun lalu. Termasuk bulan ini. Seperti status FB temen saya Anastasia Moi, Maret pasti lebih baik daripada Januari dan Februari. #amen
Gembala saya, Ps. Niko Njotorahardjo, diberi visi oleh Tuhan bahwa 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan. Tahun ini masih berhubungan dengan tahun lalu. Yang belum menerima multiplikasi dan promosi, persiapkanlah dirimu. Hidup berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan adalah setia, janji-Nya akan terjadi dalam hidupmu. Yang tahun lalu sudah menerima multiplikasi dan promosi, tahun ini kalian akan mengalaminya lebih lagi! :D Percaya bahwa mujizat masih ada!! (Untuk lengkapnya, bisa buka di sini).

Saya sangat bersyukur untuk proses-proses, pembentukan, percepatan yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya. Itu bukti cinta-Nya Tuhan buat saya. Dan kalau saya ada sampai saat ini, semua hanya karena anugerah.
Dan kalau saya mau terusin ini, bakal panjang banget. Will continue on next posts in forthcoming days.

Surprises had come and are yet to come. Still mysterious. But all i know is God is ALWAYS in control. Keep calm and trust Him. ;) My prayer that all of you will have a great and highly favored 2012.

Stay blessed!

Friday, August 5, 2011

I'm Still Alive

Hello folks! :D

It's been pretty much a long time yah since my last post. Apa kabar semuanya? Saya harap masih pada oke-oke aja yaaa. Udah berapa lama nih? Like 2,5 months, isn't it? ;) Waktu yang cukup untuk mengakomodasi hal-hal tak terduga yang terjadi dalam hidup saya.
Mulai akhir-akhir Mei sampai akhir-akhir Juni, I learned precious lessons while working on my #20on20 project. A project made for my best friend, Mixci, for his 20th birthday on June 20. I really thanked God for His helps and guidance. Also for new friends and wonderful experiences. Saya semakin yakin kalau mujizat itu masih ada. Kalau Tuhan saya itu hidup dan mendengar setiap doa saya. Kalau Tuhan itu peduli banget sama saya. Saya juga belajar tentang 'pemberian terbaik' dan 'kekuatan cinta'. Ternyata sukacitanya itu pol sekali ketika kita bisa memberikan yang terbaik untuk orang yang kita sayang. Bahkan sampai di hari-hari setelah kita melakukan itu. Kalau kita memberi yang terbaik, ada kepuasan dan kelegaan tersendiri. Gak akan ada rasa penyesalan.
Mulai akhir-akhir Juni sampai pertengahan Juli, saya menanti perubahan. Saya menanti hasil perjuangan saya. Dan hasilnya tidak sesuai harapan. Bukan salah siapa-siapa sih. It might supposed to be like that. Things just didn't work, and it was better to bring it to the end. I wouldn't do like what I did if there was still a small light-of-hope in there. Tapi ya sudah lah. Ini lebih baik. Sama seperti yang abang bilang: "One day, it's gonna make sense kok."
Mulai pertengahan Juli sampai sekarang, saya tidak mau tergesa-gesa. Saya belajar untuk mengontrol emosi dan keinginan. Saya mau menjadi lebih dewasa lagi dalam berpikir, bertindak, dan bertutur. Saya belajar pula bahwa sebuah hubungan bisa berhasil jika kedua belah pihak mau saling mengerti, saling menyesuaikan.
Now, I'm still alive :)

Each day in life has its own surprises. Mau gak mau ya kita harus tetap jalani. Life goes on. Waktu yang kita punya terlalu singkat untuk tidak menikmati setiap surprises tersebut. Gak ada yang bilang surprises itu selalu bikin kita ketawa, kesengsem, seneng, bahagia tak terkira, senyam-senyum sendiri. Ada surprises yang akan kita dapatkan yang ngebuat  kita terkejut, shock, kaget, gak bisa komen apa-apa lagi, bahkan perih hati. Tapi those all are arranged to result the best life of us. Seperti kata brader: "Rencana Tuhan untuk setiap kita itu beda-beda." Berarti, surprisesnya beda-beda, prosesnya beda-beda. But, remember, we are in the best life story God's specially written for us. Let's enjoy it to the fullest. In every circumstance, there will always one thing that can make us smile. Give it a good response, and it will give you back something good.

A new morning means a new day. A new day means a new lesson. Sampe mati kita akan senantiasa jadi murid sekolah kehidupan yang Gurunya adalah Sang Pencipta sendiri. Mari jadi murid yang denger-dengeran. Yang antusias. Rewardnya...... di bumi dan di surga--a miraculous life and a happily-ever-after life in heaven :D

Stay blessed!


The latest pic of me. Hahaha
Tenang aja, saya masih sehat-sehat, masih cakep XD
Me and Mom @ Minimal Mega Mall

Wednesday, February 2, 2011

My Holiday

Selamat malam.
Ya, sekarang adalah 1.26 waktu laptopnya Moni. Saya lagi di Bandung. Tepatnya di kost-an si pemilik laptop. Ah, ya... saya menepati janji saya kan; kembali ke Bandung.

Sudah 10 hari saya gak berada di Manado. Saya pulang kampung. Sampai hari ini, puji Tuhan, segala sesuatu berjalan dengan baik. Saya bersyukur untuk setiap kebutuhan saya yang senantiasa Tuhan penuhi. Saya bersyukur untuk penyertaan-Nya atas keluarga yang jauh dari saya--Papa yang jarang ketemu + Mom who stays in Manado. Terlebih saya bersyukur untuk setiap pengalaman dan hal-hal baru yang Tuhan ajari selama di sini. Terima kasih untuk sukacita yang berlimpah dari pada-Nya. Ini bener-bener kado dari Tuhan, yang saya gak tau untuk apa.

Satu hal yang yang saya senangi ketika berada di Jakarta--maupun Bandung--adalah saya bisa bebas berekspresi. Hey, you just like can find everything (yeah, e v e r ything) here. Dan heterogenitas itu yang tak saya dapatkan di kota lain. Kalian bisa--dengan bebas dan tanpa terintimadasi--menjadi diri sendiri, memancarkan apa yang dari dalam tanpa harus takut apalagi malu. (Kedua) kota ini menerima kalian apa adanya.

Ada suatu hal ekstrem yang hampir saya lakukan beberapa hari yang lalu. Saya gak ngerti, deh, itu memang perlu saya lakukan atau enggak. Tapi sepertinya saya bener-bener butuh 'penerimaan' itu secepatnya. Penerimaan atas usaha saya dan saya sendiri.

~
Hmm yeah, life goes on, people...
Just keep on believing that the best things are already prepared for you.
Yang ada sekarang ataupun mungkin yang akan datang.
God's chosen it all for you.

"I'd rather be hated for who I am,
than to be loved for who I am not."
-- Kurt Cobain

Thursday, January 13, 2011

Lesson of "PERUBAHAN"



Dua minggu ini saya lagi diajar tentang "Perubahan" atau "Berubah" atau "Revolusi" atau apa lah, you name it. *trus...?*

Yak oke, saya rada bingung mau mulai dari mana. Jadi gini awalnya. Saya ketemuan sama Mr. Burger hari Senin 2 minggu lalu. Kostum saya waktu itu emang rada kumel sih. Dari kampus langsung ketemu. Ditambah sebelum masuk Matos saya pake lari-larian gara-gara mikir si mister udah nunggu lama. Beuh bener-bener deh. Lalu saya mendapati mister amat tampan memesona as usual dengan sentuhan pink hijau oleh kaos polonya. Super charming.

Singkat cerita, setelah kita duduk-duduk beberapa lama di food court, mister nyeletuk: "Love, ganti gaya dong. Sekali-sekali pake rok gitu. Ya at least kalo jalan sama aku." Saudara-saudara, saya hanya bisa bengong dan menghela napas amat berat. Ini ketiga kali dia bilang begitu selama 6 bulan jadian. Sehabis makan, dia sambung lagi topik tadi dengan kalimat kedua yang gak kalah menggetirkan: "Itu sepatu (baca: converse hijau butek gue) *sambil tatapannya mengarah ke kaki gue tentunya* ganti juga dong." Saya tersenyum maksa. Dan dengan tatapan lurus ke depan, dia angkat suara mengucap kalimat bambang pamungkas dengan lembut namun mematikan: "Gak Love. Aku cuma takut aku sampe ke titik jenuh (kalo Love gak berubah)." Kata-katanya mengatupkan bibir, amat berat sampai-sampai aku tak bisa berkata apa-apa. Rasanya pahit dari ujung lidah sampai hati. Yap, saya ada di ambang. Ambang apa, kalian artikan sendiri.

Di angkot, saya mikir lagi. Ngomong-ngomong, angkot itu bener-bener tempat bengong yang paling oke deh. Apalagi kalo sepi. Ya oke, kembali ke topik. Saya mikir setiap kata per kata yang mister bilang tadi. Satu kesimpulan pertama yang saya rumuskan sendiri: He doesn't love the real me. He doesn't love me the way I am. Dan oleh karena itu saya amat sedih. Saya nangis pas nyampe kost. Saya bertanya-tanya WHY OH WHY?? Kenapa dia bisa begitu? Terlebih lagi, kenapa dia bisa suka ama gue waktu awalnya? Lalu saya putuskan untuk curhat ke dua sahabat saya. Mereka nenangin saya banget :)
Saya juga ngomong ke Tuhan. Dan belasan jam kemudian baru Ia mulai bukakan sesuatu. Saya disuruh untuk gak mikirin soal Mr. Burger dulu. Maksudnya, this thing is not about him. Janganlah pandang dari sudut negatif. Dia itu dipakai Tuhan untuk ngajarin hal yang luar biasa buat saya. Tuhan lagi ngajar tentang PERUBAHAN.

Sumber foto: chirp.org
Tuhan ngomong melalui buku yang lagi saya baca (Leading from The Locker - Memimpin Sejak Usia Muda by John C. Maxwell). Pas banget saya masuk di bab tentang Perubahan. Wah gila ini. Ngena banget. Di situ dibilang: Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu siap untuk merubah pola pikirnya. Oom Maxwell ngambil contoh si Henry Ford yang pada awalnya cuma pengen bikin mobil yang itu-itu doang (baca: T-model and... black.) Yeah, inget kan, kata-katanya Opa Ford--yang udah saya translate jadi bahasa gaul--"Terserah lo mau warnain apa, as long as it is black." Beliau, entahlah, hanya menebak-nebak, mungkin terlampau senang dan bangga atas inventionnya yang menjadi sebuah breakthrough di dunia teknologi otomotif. Beliau menjadi pelopor with his own idea. Lalu, terlalu nyaman dengan hal tersebut. Sampai-sampai tak menjadi masalah baginya ketika sang saingan--yang notabene terinspirasi dari beliau--melakukan inovasi yang lebih baik darinya. Idealisme mulai bekerja.

Temen-temen, kalo ngomongin perubahan, kita akan terhubung juga dengan idealisme. Tapi di samping idealisme terdapat hal-hal fundamental: kerendahan hati, fleksibilitas, dan open-minded. Beberapa jam setelah Tuhan bicara melalui bukunya Oom Maxwell, saya bertukar pikiran dengan salah seorang sahabat terbaik saya, Nona. Ada 1 kelompok kalimat yang terlontar dari saya sendiri yang baru muncul ketika saya ngobrol. Padahal sambil jalan juga nih nelponnya. Gue yakin itu bukan dari saya. It's a define thing :) Kira-kira begini: "Yang pasti Non, gue coba ambil positifnya aja. Dari Perubahan kecil ini gue belajar mempersiapkan diri buat perubahan yang lebih besar. Kan kita bakal tetap menghadapi perubahan dalam hidup ini kedepannya. Sekarang gue belajar dulu dari orang terdekat. Gimana dipress, gimana musti rendah hati dalam menyikapinya." Seperti ada sesuatu yang goes out dari dalam saya ketika selesai bicara itu. Seperti kesentil. Seperti ada bunyi *Ting!* Saya lebih tenang setelah itu. Saya yakin, perubahan yang akan saya lakukan gak akan seburuk bayangan saya. It's not about 'not-being-the-real-you'. Perubahan talks much bigger than that; karena Perubahan itu gak segampang ngucapin.

Kita tilik Opa Ford lagi. Menurut tulisannya Oom Maxwell, cerita selanjutnya adalah penjualan T-model menurun secara signifikan karena konsumen udah mulai bosen. Apalagi dengan munculnya inovasi yang lebih oke seiring perkembangan zaman. Opa Ford untuk beberapa waktu gak mau meninggalkan comfort-zonenya. Mungkin juga gak mau bergelut untuk lebih humble sedikit keluar dari idealismenya. Namun, kemudian beliau tahu apa yang seharusnya beliau perbuat. Idealisme yang beliau miliki tidak akan selamanya ideal. Bumi ini berputar menggulirkan waktu yang gak akan pernah kembali. Menghasilkan perkembangan dari segala sesuatu. Opa Ford pada akhirnya berinovasi lagi. I believe at that time he realized that his potentials are beyond all things he had achieved. Titik itulah yang membuat Ford Company eksis sampai hari ini :)

Friends, got what I got?

Hehe. Hari itu juga saya bertindak. Nyokap sampai terheran-heran. Tapi saya berkata ke dalam diri sendiri: "Mungkin Mr. Burger yang menyulut gue untuk berbuat seperti ini. But, this is not all for him. Ini buat gue sendiri. I'm doing these stuffs because I--myself--willing to do it. This is for my own self. For my sake." Ini membuat saya bertahan lebih kokoh dengan keputusan saya.

Sederhana saja sebenarnya. Perubahan itu dekat dengan kita. We can see it everyday, every time, everywhere. Perubahan bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Perubahan mengajarkan kita tentang keterbukaan. Tentang berpikir positif. Tentang mengikis rasa egois. Tentang kerendahan hati. Memang gak gampang. Gue tahu banget itu susah. Tapi kita perlu belajar untuk get used to it. That is a part of our life. When we're still alive, change will always exist.

Gak suka perubahan? Mati saja. :)

 
 Sumber foto: fairmanstudios.com

[p.s.: sebagian tulisan ini gue tulis udah dari tahun lalu (midst December 2010). Tapi waktu itu tiba2 stuck dan gak tau mau tulis apa lagi. Hehe jadi semua kata2 yang berhubungan dengan waktu disesuaikan dengan waktu awal penulisan ya. Biar gak rancu ;)]

Thursday, December 2, 2010

June 15, 2010

Fellas, Ini tulisan udah dari beberapa bulan lalu gue tulisnya. Tapi kejadian yang gue alami yang gue tulis di sini bener-bener berdampak banget buat gue. So, gue memutuskan untuk menaruhnya di blog supaya it may also inspire you all readers =)

---

Okay. I need a stylist right now. I wish Vita or Nona were here.
*Ngapain lo nyari stylist???*
It’s 5 days to go to Mr. Burger’s 19th birthday. And because gue belom tau kado ‘barang’ apa yang gue mo kasih ke dia, gue bakal maksimalin di satu ide yang udah nemplok sejak awal: dandan serapi dan sesweet yang gue bisa pas ke gerejanya. Yep, gue juga rencana untuk ibadah di GPDI Tomohon—gerejanya dia yang gue sering gue masukin waktu masih di dorm.
Di samping gue udah ada 5 Gogirl! lama, 1 CosmoGirl! lama dan 1 Gogirl! baru. I’m trying to explore my fashion taste at this ‘lack of stylist’ time. Semoga gue dapet gaya yang bagus tapi tetep gue banget.
Waktu hari Sabtu, gue nge-date singkat dengan si mister, dia bilang mo bikin acara buat ulang tahunnya. Tapi kemarin malem tersirat (atau emang bener-bener tersurat) dia ga jadi bikin acara. Ya terserah mo ada acara apa enggak, gue bakal tetep dress nice pas ketemu dia =) Hehehe gue jadi diingatkan satu hal lagi. Ga biasanya gue sebegini ‘sadar gaya’. Jarang-jarang loh gue dengan kesadaran dan inisiatif sendiri mau memperbaiki dandanan dan cara berpakaian gue. Mungkin ini yang dibilang the power of love. HAHAHA.
*Ini yang lo diingetin lagi?*
Eh bukannn. Ini nih… ‘Buat manusia aja lo mau mempersembahkan gaya terbaik lo, how about buat God?’ Hehe. Yea, emang, Tuhan itu gak memandang penampilan atau outer look kita. Tapi ada benernya juga ketika orang bilang: outer look kita itu memancarkan apa yang di dalam. Gue emang selalu pakai yang rapi kalo ke gereja. Gue juga risih kalo cuma pake kaos misalnya, pas ke gereja. Tapi kayak hari minggu kemarin, sepatu gue nyebur ke genangan air di jalan menuju depan rumah pas gue mo jegat angkot. Pas nyampe di tempat air gue udah bersihin pake air dari selang. Eh ternyata waktu kering tetep ninggalin bekas dekil kotor-kotor gitu. Itu gue lihat waktu jalan dari ATM depan IT Center mengarah ke Ritzy (tempat ibadah). Pas gue lihat, gue mikirnya, oh yaudah entar gue bersihin di WC. Eh sampe ibadah udah mulai, gue kelupaan dan tuh sepatu tetep aja dekil gitu. Hmmmm gue felt very guilty—barusan aja. Hahaha gelo yah. Ya, mungkin kedekilan itu cuma gue yang lihat, orang-orang gak lihat. Tapi Tuhan lihat. Hati. Ya, hati. *Jadi maksud lo Tuhan gak lihat dekilnya?* Yaelah, ya lihat juga laahhh. Tapi yang Tuhan lebih perhatikan, gimana gue menanggapi kedekilan itu. Dan di bagian situ saya salah.
Dari ‘sibuk-sibuk’ gue sekarang nyari outfit yang oke buat birthdaynya mister, gue belajar sesuatu yang berharga. Give your best to God. Jangan sampai kita bisa dan terbiasa ngasih yang super buat manusia tapi gak bisa dan gak terbiasa berbuat yang lebih dari super itu, bahkan yang terbaik, untuk Tuhan. Manusia yang kita treat well itu mungkin seseorang yang spesial buat kita. Life-changing person. Say it, your boyfriend, parents, besties. Tapi Tuhan lebih berharga dari mereka. Tuhan jauh lebih ‘lebih’ dari mereka semua. Karena itu kita harus bisa juga berbuat lebih untuk Tuhan.

Tuhan gak lihat apa yang kamu perbuat, tapi Ia lebih melihat mengapa kamu berbuat demikian.
:)

dan inilah hasil akhir dandanan saya ;)
[ki-ka: Mr. Burger, his Mom, Me]

Wednesday, December 1, 2010

Monokotil... Dikotil... O God, How Great Thou Art !


O Lord my God when I am in awesome wonder... Consider all the world Thy hands have made...
I see the stars, I hear the rolling thunder... Thy power through out the universe displayed...


sumber: http://apod.nasa.gov



[Cerita tentang Selasa malam, hari terakhir di bulan November 2010]

Hari ini hari yang luar biasa.
Ya, untung ada malam sebagai kala terjadinya sesuatu yang breath-taking itu. Kala gue berjalan sepanjang 1,1 km lebih dari SMA Lokon sampai depan kantor walikota Tomohon untuk nyari angkot.

Pernahkah kalian nangis ketika melihat langit? Yang tadi itu juga kali pertama gue tersentuh sampai nangis hanya karena memandang(i) langit. Gue yakin bukan karena gue sedang dalam fase dominansi melankoli, tapi karena gue benar-benar tertegun akan karya Sang Pencipta Mahaagung. Dari kemarin, waktu khotbah di kebaktian, gue gak habis-habisnya tercengang akan setiap apa yang Dia buat sampai malam ini.

Gue tercengang bukan dengan karya-karya-Nya yang biasa disebut orang 'besar'--nyembuhin orang buta, bangkitin orang mati, meredakan badai, belah laut, dlsb. Tapi gue sadari, Tuhan sedang ngajarin gue untuk back to basic *halah*. Maksudnya ngeliat hal-hal yang 'kecil'--yang jarang orang perhatiin. Karena ternyata hal-hal tersebut itu terkadang menyimpan kedahsyatan Sang Khalik yang lebih luar biasa daripada yang orang sudah sering tahu.

Gue ambil contoh waktu kuliah Biologi Dasar I bersama Mrs. Nio pagi kesiang-siangan tadi. Ada satu momen ketika gue teriak excited+surprised+amazed hampir kedengeran 1 kelas (dan untungnya akhirnya cuma Windy yang denger). Tahu gak itu waktu kapan? Waktu gue ngelihat gambar perbandingan tumbuhan monokotil dan dikotil. Hahaha sounds weirdo? For some people it is. But you know, it really successfully amazed me. Gue gak habis pikir, Tuhan tuh luar biasa banget nyiptain tumbuh-tumbuhan dengan perbedaan sampai sedetil itu. Sampe bikin yang monokotil tuh berarti jumlah mahkota bunganya 3 atau kelipatannya dan dikotil 4, 5, atau kelipatannya. Bahkan letak pembuluh angkut masing-masing jenis tumbuhan tersebut berbeda. Guys, bayangin luar biasa-Nya Tuhan. Gak tahu bagaimana dengan kalian, tapi kalau gue sih superamazed. Itu baru di kingdom plantae. Masih ada kingdom animalia. WOW :D

Dan tentunya 1 kingdom yang lain: MANUSIA. (sampai sekarang gue masih gak setuju kita disatuin sama binatang) [oyah, tentang hal ini gue akan tulis one time :)]

Kembali ke bintang.

Sepanjang perjalanan 1 kilo 100 meter itu, akhirnya gue isi dengan menyanyi. Gue cari-cari apa background sound yang oke. Gue kayak teringat sebuah lagu gitu. Dan tara! Inget tapi gak hapal bahasa Inggrisnya. *dodol* *gak gahul banget* Gue mulai bersenandung...

Bila kulihat bintang gemerlapan | dan bunyi guruh riuh kudengar
Ya Tuhanku, tak putus aku heran | melihat ciptaan-Mu yang besar..
Maka jiwaku pun memuji-Mu | sungguh besar Kau Allahku...

Gue nyanyi sambil melihat sekeliling. Agak mirip dengan acting bikin video clip sih. Tapi sekali lagi gue menarik napas dalam-dalam dan berdzikir. Mengagumi kemahadahsyatan-Nya Allah yang gue sembah. Gue lihat ke kanan, sawah... Gue senyum ke sapi yang gue temui lalu kembali melihat ke Orion. Gue bergumam, "I am living under the greatness of God. I am surrounded by the greatness of God. And that greatness is also living in me. You are so great, God. Nothing is impossible with You."

Ya, sekali lagi gue teringat akan sifat Tuhan yang satu itu. Sambil melihat Oryza sativa di samping kanan gue, gue berpikir, gila, pemikiran tentang ketidakeksisan Tuhan itu justru gak logis banget. Jaringan sekompleks yang ada pada makhluk hidup sekarang itu pasti ada yang buat. Dan Pribadi itu pasti luar biasa kuasa-Nya. Wew, yang begini aja Tuhan dengan mudahnya ciptain, apalagi cuma nyelesain masalah-masalah kita. Amazing.

Readers, mari merenung sejenak yuk.
Saya pikir, kita gak perlu lagi menunggu mujizat atau keajaiban yang 'besar' dan 'luar biasa' dulu untuk menyadari betapa besar-Nya Tuhan. Just look at your surrounding. Look at your left and right. If you find a grass, that's already a miracle. If you can see the flies flying, that's already a miracle. If you find your mates, they are miracles. Now, go, look for a mirror. Look at it. And if you find yourself, that's also a miracle. All of us are miracles.
Tuhan itu gak jauh kok. Dia gak kemana-mana. He is our omnipresent Father. He is everywhere! He wants us to realize that He is also living in us.

Menyalin kata-katanya Maliq & D' Essentials, "buka Mata, Hati, Telinga" untuk melihat, memahami, dan mendengar apa yang sebelumnya belum pernah kamu lihat, pahami, dan dengar.
Stay blessed...

Perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil
sumber: http://tira-in-blog-2.blogspot.com


Then sings my soul, my Saviour God to Thee...
How great Thou art, how great Thou art...

Wednesday, September 2, 2009

Karawaci terguncanggg....

Okeh. Hari ini seru man!

Ketika mahasiswa-mahasiswa biotek UPH 2009 sedang asyik-asyiknya mendengarkan suara merdu Pak Reinhard yang sedang menerangkan soal tidur dan all about it, tiba-tiba kami seakan dibuat bergoyang. Ada yang mengira teman yang di belakangnya gerak-gerak, makanya mejanya juga ikutan gerak, ada yang mengira dirinya lagi sakit kepala tiba-tiba. Tetapi ternyata, kami dilanda GEMPA!!!! (jengjengjeng *Wida's style*)
Gempa berkekuatan 7.3 SR berpusat di Tasikamalaya mengguncang JaBoDeTaBek. Dan lebih parahnya, di Semarang juga kerasa! Parah memang. "Ini gempa terbesar yang pernah gue rasain seumur idup!" seru seorang siswa Biotek berinisial FS (apakah diapun gemar bermain Friendster, secara dia gak belum punya FB?) sambil bermuka agak panik tapi juga nyengir. Dan ketika penulis terhubung ke FB melalui N73-1 kesayangannya, semua status berbau gempa...gempa...gempa...
Ckckckk penulis kira hanya Karawaci saja yang terguncang.
Setelah beberapa menit mahasiswa-mahasiswa UPH diizinkan menginjak rumput (kesempatan langka nih) dan memuaskan diri di sana, tak lama handphone salah seorang anak Biotek bergetar; ternyata wakil ketua kelas kita nelpon. Ternyata juga mereka telah memantau kita dari B. 539 (dan mungkin menertawakan kami yang ada di rumput, karena Pak Reinhard was still there). Akhirnya, kami naik lagi ke B. 539, dan MELANJUTKAN KULIAH PADAHAL UDAH JAM 4! What??????????! Tapi, apa boleh buat. Lagian asik kok materinya. Hehehe (anak baik ^^)

Yah, begitulah reportase reporter dadakan melaporkan dari Gedung C lt. 4, The Johannes Oentoro Library, Universitas Pelita Harapan Global Campus.

Hahaha keren banget dah. Tapi itu soal hari ini. Yang kemaren juga gak kalah keren.Hari Selasa tuh hari kesukaan gue. Karena Selasa waktu itu hari pertama gue jadi mahasiswa. Trus ditambah Selasa itu hari ketika TLC diadakan. hehehe. TLC itu memikat gue sejak awal gue ikut.

TLC kemarin bicara tentang keselamatan. Wih, dalem. Tapi intinya simple. Keselamatan kita hanya melalui dan dari Tuhan Yesus Kristus. Keselamatan itu bukan hasil usaha kita, bukan karena perbuatan baik kita. Tetapi keselamatan itu GIFT FROM GOD. Kita gak bisa nyelametin diri kita sendiri. NEVER. Dalam kekristenan, ada yang namanya Kasih. Dan kasih ini bukan kasih yang maen-maen. Kasih yang diajarkan oleh Tuhan adalah diri-Nya sendiri sebagai contoh. Rela mati untuk nebus dosa seluruh warga dunia, entah dia Kristen ato bukan. Tetapi penebusan itu valid ketika kita bilang 'Yes, I believe in Jesus Christ, the only Son of the Father, as my God and saviour.'

Guys, we are nothing! Sebenernya aja, kita tuh gak layak terima Gift dari Tuhan yang luar biasa itu saking berdosanya kita, saking kotornya kita. Tetapi by the grace of God kita diampuni. Widih, dahsyat gak tuh!? Trus ya yang lebih dahsyat lagi, pas tadi pagi masih di kostan, gue baca devotion buat hari ini. Eeeh, renungannya tentang keselamatan juga. Wih... Berarti emang musti siap sedia nih, keselamatan itu gak main2 man! Di devotionnya ditulis "'Almost saved' is lost." Jadi, yang ada cuma selamat ato enggak. Nah, what will you choose, readers???

Cheers! =)
"He saved us, not because of the good things we did, but because of His mercy."
 - Titus 3:5